Mahasiswa FMIPA Unesa Menyulap Tanaman Ciplukan Menjadi Salep Herbal Luka Bakar
Tanggal Posting : Jumat, 28 Juni 2019 | 01:24
Liputan : Redaksi - Dibaca : 41 Kali
Mahasiswa FMIPA Unesa Menyulap Tanaman Ciplukan Menjadi Salep Herbal Luka Bakar
Salep herbal luka bakar Mahasiswa FMIPA Unesa. Foto: www.goodnewsfromindonesia.id.

HerbaIndonesia.Com. Seringkali combustio atau luka bakar menjadi masalah kesehatan publik hingga menyebabkan banyak kematian.

Cidera luka bakar dapat mengakibatkan kerusakan atau kehilangan jaringan yang juga menyebabkan adanya rasa trauma yang tinggi pada penderita. Mahasiswa FMIPA Unesa kini hadir dengan segudang ide kreatif dan inovatifnya yang dapat diuji secara ilmiah.

Mereka bernama Rosda Febriani Safitri dari jurusan fisika, Lina Zendya dari jurusan fisika, dan I’in Dewi Syuryani dari jurusan biologi. Secara berkelompok mereka berada di bawah bimbingan ibu Woro Setyarsih, S.Pd., M.Si.

Mereka berunding dan berinisiatif untuk memanfaatkan kekayaan potensi tanaman liar yang ada di tanah air Indonesia dan mengganti produk berbahan dasar kimia menjadi produk yang berbahan dasar alami yang lebih menyehatkan.

I’in Dewi Syuryani berkata, "kekayaan dan potensi tanaman alam di Indonesia sangatlah melimpah, namun jarang sekali orang memanfaatkannya dengan baik dan benar, masyarakat lebih menyukai produk instan dari pasaran yang berbahan kimia daripada produk dari bahan alami".

Salah satu tanaman liar tersebut adalah tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.). Tanaman Ciplukan banyak dijumpai di pekarangan rumah, di lahan kosong dan sekitar sawah. Walaupun disebut dengan tanaman liar, namun masing-masing bagian tubuhnya mempunyai berjuta potensi untuk kesehatan, salah satunya adalah bagian daunnya.

Melalui program kreativitas mahasiswa, selama empat bulan ketiga mahasiswa tersebut berjuang untuk mengeksplorasi daun Ciplukan (Physalis angulata L.) sebagai bahan farmasi.

Setelah dilakukan uji fitokimia, ternyata daun Ciplukan (Physalis angulata L.) mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, triterpenoid, fenolik, dan tanin. Adanya senyawa metabolit sekunder tersebut memilki peran penting dalam proses penyembuhan luka bakar.

Selanjutnya, mereka bertiga melakukan uji stabilitas fisik salep dengan hasil yaitu bau dari salep tersebut adalah bau khas ekstrak daun ciplukan dan tekstur salep basis larut air. Semua bahan salep serta ekstrak daun Ciplukan dapat homogen sehinga tidak didapati gumpalan.

Kemudian diujikan pada kulit yang terkena luka bakar selama 20 hari, ternyata penyembuhan luka bakar berbahan alami lebih cepat dibandingkan dengan gel luka bakar yang berbahan dasar kimia, luas luka bakar juga lebih cepat menutup hingga 1,88%. (Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/06/24/mahasiswa-fmipa-unesa-berhasil-menyulap-daun-tanaman-liar-menjadi-salep-herbal-luka-bakar). Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait