Konsep Holistik dan Karakteristik Dasar Pengobatan Tradisional Indonesia
Tanggal Posting : Selasa, 25 Desember 2018 | 11:25
Liputan : Redaksi - Dibaca : 56 Kali
Konsep Holistik dan Karakteristik Dasar Pengobatan Tradisional Indonesia
dr. Inggrid Tania, M.Si. (berdiri paling kiri) bersama Pembicara dan PanitiaInternational Conference on Ayuverda and Traditional Healthcare in Southeast Asia

HerbaIndonesia.Com.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan pengobatan tradisional sebagai: Keseluruhan pengetahuan, keterampilan, dan praktik berdasarkan teori, keyakinan, dan pengalaman adat/budaya yang berbeda, apakah dapat dijelaskan atau tidak, digunakan untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan, diagnosis, peningkatan/perawatan penyakit fisik dan mental.

Demikian dijelaskan dr. Inggrid Tania, MSi. Herbal, Ketua II ADSJI (Asosiasi Dokter Saintifikasi Jamu Indonesia) pada International Conference on Ayuverda and Traditional Healthcare in Southeast Asia, An ASEAN Umbrella of Shared Herritage, yang diselenggarakan di Bali, pada 30 November - 1 Desember 2018.

Disebutkan bahwa pengobatan tradisional Indonesia adalah salah satu sistem pengobatan tradisional yang terdiri dari praktik, pendekatan dan pengetahuan kesehatan dan penyembuhan yang terkait dengan budaya dan agama di Indonesia, diwariskan dari generasi ke generasi.

Sistem pengobatan kuno di Indonesia memiliki prinsip holistik, berasal dari pengetahuan pengobatan lokal (animisme-dinamisme), dengan pengaruh ayurveda (Hinduisme), obat unani-tibb (tradisi Islam) dan pengobatan tradisional Cina (Buddhisme dan Taoisme).

Konsepnya dapat dilihat dalam pandangan universal dan kosmologis yang membahas pertanyaan tentang asal-usul keberadaan manusia dan alam. Manifestasi alam tidak hanya dapat dilihat dalam filsafat pengobatan tetapi juga diagnosis dan pengobatan yang diberikan pada penyakit, yang melibatkan faktor fisik, spiritual, mental, emosional dan perilaku.

Konsep pengobatan tradisional Indonesia, menunjukkan bahwa kesehatan merupakan hubungan timbal balik yang tidak terpisahkan antara diri manusia (pikiran, tubuh dan jiwa) dan sifat serta penyesuaian lingkungan untuk mencapai keseimbangan dan harmoni, dr. Inggrid Tania, MSi. Herbal menambahkan.

Munculnya suatu Kondisi Sakit menyiratkan bahwa ada gangguan keseimbangan oleh faktor-faktor internal seperti usia, postur tubuh, emosi atau tekanan psikologis dan oleh faktor eksternal seperti cuaca, polusi, racun, dan tekanan lingkungan sosial.

Untuk tujuan diagnosis penyakit, pengobatan tradisional Indonesia tidak hanya berfokus pada karakteristik kondisi fisik dan tanda-tanda fisik (metode klasifikasi penyakit dan metode lain dalam mengidentifikasi stabilitas atau perubahan cairan humoral dalam tubuh) seperti sistem pengobatan tradisional lainnya, tetapi juga mencakup sistem diagnostik kepribadian.

Konsep pengobatan tradisional Indonesia mengenai obat mencakup bahan obat yang digunakan dalam pengobatan dan pencegahan penyakit.

Asupan makanan atau obat-obatan tertentu (Jamu) adalah untuk tujuan mengubah atau mempengaruhi cairan humoral dalam tubuh dan tidak diarahkan ke organ tertentu seperti dalam pengobatan konvensional/allopathic.

Untuk menyembuhkan penyakit alami (lara mriang / lelara lumrah), masyarakat mencari bantuan kepada pengobat tradisional yang menggunakan Jamu, melibatkan ritual (doa, meditasi) dan aspek fisiologis, seperti pijat (pijat Jawa, pijat Bali, urut Melayu) untuk mengembalikan keselarasan dan keseimbangan.

Menurut gagasan keseimbangan mikrokosmos dalam makrokosmos, untuk memulihkan keharmonisan, masyarakat Indonesia menggunakan Jamu yang terdiri dari campuran obat herbal - dengan semua unsur bahan dan kompleksitas komposisinya, setiap elemen dapat berfungsi dengan baik sesuai perannya dan hanya dapat bereaksi bersama.

Dengan kata lain, tidak ada hierarki pada substansi utama, zat aktif, zat tidak aktif, substansi tidak dikenal atau substansi yang tidak berguna seperti yang biasa kita temukan dalam pengobatan konvensional.

Kesimpulannya, pengobatan tradisional Indonesia menunjukkan kearifan lokal dan pengetahuan yang didasarkan pada akumulasi pengetahuan, pengalaman dan berbagai interaksi budaya, yang telah digunakan dan teruji efektivitasnya selama beberapa dekade.

Dalam konteks pengobatan integratif (integrative medicine), beberapa isu epistemologis muncul, diantaranya adalah: Bagaimana membenarkan klaim kebenaran pengobatan tradisional Indonesia?

Apa pendekatan terbaik dalam menjembatani pengobatan tradisional Indonesia dengan pengobatan konvensional? Haruskah kita menggunakan pendekatan kedokteran Berbasis Bukti (EBM)? Ataukah Personalized Medicine, Precision Medicine atau Science-Based Medicine.

Saat ini, diskursus diantara 2 paradigma pengobatan ini masih terus berkelanjutan, antara paradigma pengobatan tradisional dan paradigma pengobatan konvensional.

Sebagai rekomendasi, di era pluralisme pengobatan, upaya-upaya yang menghindari argumen-argumen yang saling menegasikan akan dapat membantu mencapai titik temu yang muaranya adalah kemanfaatannya untuk kesehatan masyarakat. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait