Khasiat Daun Insulin
Tanggal Posting : Minggu, 29 April 2018 | 07:58
Liputan : Redaksi - Dibaca : 793 Kali
Khasiat Daun Insulin

(www.herba-indonesia.com) Berikut ini serial artikel HerbalSehat yang ditulis oleh Kontributor Ahli HerbaIndonesia.Com: Dr. Kintoko, M.Sc., Apt. Beliau adalah Peneliti Herbal Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta; Kepala Sentra HKI UAD, Alumnus Guangxi Medical University, China. Semoga bermanfaat.

Tanaman obat dengan nama latin Smallanthus sonchifolius ini lazim disebut daun insulin atau yakon. Daun insulin termasuk family Asteraceae (Compositae) dan merupakan tanaman asli dari daerah Andes dengan tinggi tanaman antara 1,5-3 meter. Daun insulin kaya dengan kandungan fenolik seperti kafein, asam klofogenat dan kuersetin serta tinggi kandungan proteinnya.

Khasiat dari daun insulin secara ilmiah telah dibutikan oleh para peneliti, misalnya Schorr tahun 2005 membuktikan bahwa daun insulin dapat menghambat migrasi leukosit polimorfonuklear (PMN), yang bermakna bahwa daun insulin memiliki aktivitas antiradang. Daun insulin juga dapat sebagai imunomodulator, antioksidan, dan sitoprotektor (melindungi sel).

Sediaan teh yang dibuat dengan cara menyeduh daun insulin selama 15 menit terbukti secara ilmiah mampu menurunkan kadar glukosa dan meningkatkan kadar insulin pada hewan percobaan tikus diabetes (Aybar et al. 2001).

Sebagaimana diketahui, bahwa penyakit di masyarakat akhir-akhir ini telah bergeser dari pola penyakit infeksi tahun 1990 menjadi penyakit tidak menular pada tahun 2015 dengan jumlah kejadian sebanyak 57%. Diantara penyakit tidak menular, diabetes atau kencing manis termasuk penyakit dengan peringkat terbanyak diantara penyakit metabolik, bahkan jumlah penderita diabetes di Indonesia menduduki nomor 4 dunia.

Diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi baik makrovaskuler seperti aterosklerosis, serangan jantung dan strok maupun mikrovaskuler seperti nefropati, retinopati dan neuropati. Diantara komplikasi mikrovaskuler, nefropati atau gagal ginjal adalah yang paling sering terjadi, yaitu mencapai 40%. Sedangkan strok adalah komplikasi makrovaskuler yang paling sering terjadi.

Penelitian yang dilakukan oleh Baroni et al. (2008) membuktikan bahwa diantara 3 jenis pelarut yang digunakan untuk ekstraksi daun insulin, yaitu air dingin, air panas dan etanol 70% menunjukkan penurunan kadar gula paling besar pada daun insulin yang diekstraksi menggunakan etanol 70%.

Artinya, senyawa berkhasiat yang terdapat dalam daun insulin relatif bersifat non polar - semi polar. Efektivitas penurunan kadar gula darah sebanyak 59% dicapai selama 14 hari penggunaan dengan dosis 400 mg/kg BB. Mekanisme aksinya dalam menurunkan kadar gula darah melalui peningkatan sekresi insulin dengan cara stimulasi sel beta pankreas.

Ekstrak etanol 70% daun insulin juga terbukti dapat sebagai hepatoprotektor dengan parameter mampu menurunkan kadar SGPT/SGOT. Akan tetapi, penurunan kadar kreatinin setelah penggunaan daun insulin tidak memberikan perubahan yang bermakna. Hal ini menunjukkan kemampuannya dalam nefroprotektif masih perlu ditegaskan lebih lanjut.

Dari segi keamanan, konsumsi daun insulin terbukti aman berdasarkan uji ketoksikan dimana sampai dengan dosis 5000 mg/kg berat badan tidak menunjukkan ciri-ciri ketoksikan akut. Bahkan pemakaian dosis 400 mg/kg berat badan juga tidak menyebabkan kematian pada hewan percobaan.

Secara tradisional, tumbuhan insulin ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat terutama bagian akarnya untuk pengobatan kencing manis. Secara ilmiah, bagian akarnya juga terbukti aman dikonsumsi (Genta et al., 2005).

Diantara bentuk sediaan daun insulin seperti serbuk atau ekstraknya, dimungkinkan sekali bentuk ekstraknya lebih aktif dibandingkan serbuknya. (Kontributor Ahli HerbaIndonesia.Com: Dr. Kintoko, M.Sc., Apt. Beliau Peneliti Herbal Fakultas Farmasi UAD; Kepala Sentra HKI UAD, Alumnus Guangxi Medical University, China) (Redaksi HerbaIndonesiaCom)


Kolom Komentar
Berita Terkait