Ketidakmampuan Mencerna Gula Susu (Intoleransi Laktosa)
Tanggal Posting : Sabtu, 9 Februari 2019 | 11:51
Liputan : Redaksi - Dibaca : 8 Kali
Ketidakmampuan Mencerna Gula Susu (Intoleransi Laktosa)
Kenali Ketidakmampuan Mencerna Gula Susu (Intoleransi Laktosa)

HerbaIndonesia.Com. Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan atau kekurangmampuan untuk mencerna laktosa, suatu gula susu. Individu yang kekurangan enzim laktase yang dihasilkan oleh sel-sel dalam usus halus, tidak mampu menguraikan laktosa menjadi suatu bentuk yang dapat diabsorpsi/diserap.

Laktosa yang tidak tercerna masuk dalam bentuk utuh ke kolon dan dapat menyebabkan diare. Orang yang mengalami kekurangan laktase bisa mengalami rasa tidak nyaman ketikamengonsumsi produk olahan susu seperti susu dan keju.

Keadaan ini tersebar luas, diperkirakan menyerang 5-15% orang kulit putih dan > 80% orang Afrika atau Asia. Orang Eropa Utara paling jarang terkena keadaan ini. Kondisi saluran cerna, seperti penyakit seliak dan penyakit radang usus dapat mengurangi pembentukan laktase.

Intoleransi laktosa dapat mulai muncul pada berbagai usia. Pada orang Afrika-Amerika terjadi mulai usia 2 tahun, tetapi pada kulit putih biasanya mulai muncul pada usia > 5 tahun. Intoleransi laktosa sangat sering dijumpai pada dewasa tetapi tidak bebahaya.

Bayi dapat membuat laktase, sehingga dapat mencerna susu termasuk ASI; namun bayi prematur kadang mengalami intoleransi laktosa akibat kadar laktosa yang rendah yang tidak akan meningkat sampai kehamilan trimester 3.

Bayi cukup bulan biasanya baru menunjukkan gejala intoleransi laktosa pada usia > 3 tahun.  Defisiensi laktase primer mulai muncul pada usia 2 tahun, dimana tubuh menghasilkan lebih sedikit laktase.

Defisiensi Iaktase sekunder terjadi pada segala usia, tetapi lebih sering dijumpai pada bayi dan disebabkan oleh cedera usus halus setelah diare hebat, penyakit seliak atau penyakit Crohn.

Gejala intoleransi laktosa biasanya muncul dalam waktu 30 menit - 20 jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman olahan susu. Beratnya gejala tergantung pada jumlah laktosa yang dikonsumsi dan besarnya toleransi.

  • Rasa tidak nyaman di perut atau nyeri kolik (nyeri hilang timbul)
  • Perut kembung, flatulensi (sering kentut karena kelebihan gas dalam usus)
  • Diare, pada beberapa kasus
  • Flatulensi (pembentukan gas)
  • Mual
  • Pertumbuhan lambat/penurunan berat bada pada anak-anak

Hal yang harus anda lakukan

  • Hubungi dokter jika gejala intoleransi laktosa terjadi untuk pertama kalinya. Mual, kram, dan diare menyerupai kondisi lain yang harus disingkirkan. Anda juga harus menghubungi dokter jika diare menyebabkan dehidrasi atau risiko kesehatan lain.
  • Hindari makanan yang banyak mengandung laktosa, seperti susu, es krim dan keju, dan hindari bahan-bahan berikut: gandum, susu kering padat dan susu tanpa lemak.
  • Coba mengonsumsi susu atau olahan susu yang kadar laktosanya sudah dikurangi.
  • Coba mengonsumsi produk sulih enzim Iaktase yang bisa menguraikan laktosa, tersedia dalam bentuk tablet.
  • Coba bereksperimen dengan olahan susu yang mengandung lebih sedikit gula, seperti yogurt dan keju cottage.
  • Beberapa peneliti menemukan bahwa minum sejumlah kecil susu setelah makan membantu rekondisi sistem saluran cerna untuk mentolerir olahan susu. Awali dengan 60 mL susu setelah makan, 2-3 kali sehari, lalu jika tidak timbul gejala tingkatkan jumlahnya secara bertahap. (Sumber: "Health Guide Indonesia Edition 2013", PT Bhuana Ilmu Popular: Jakarta, 2012, hal.76) Redaksi HerbaIndonesia.Com 


Kolom Komentar
Berita Terkait