Kepala Badan POM Dorong MOU agar Jamu Masuk ke China
Tanggal Posting : Sabtu, 24 Agustus 2019 | 00:59
Liputan : Redaksi - Dibaca : 25 Kali
Kepala Badan POM Dorong MOU agar Jamu Masuk ke China
Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito saat menyampaikan keynote speech pada The 2019 Traditional Chinese (Guansu) Medicine Industry Expo pada Jumat, 23 Agustus 2019.

HerbaIndonesia.Com. Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito menegaskan akan memfinalisasi MOU untuk memperkuat kolaborasi lebih lanjut untuk mendorong daya saing produk Jamu/Obat Tradisional Indonesia agar berkembang dan meningkatkan perdagangannya secara bilateral dengan China.

Demikian antara lain diungkapkan Penny K. Lukito saat menyampaikan keynote speech pada The 2019 Traditional Chinese (Guansu) Medicine Industry Expo pada 23 Agustus 2019 di Guansu, China.

Pada event internasional ini, Penny K. Lukito didampingi Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen, Kesehatan dan Kosmetik, BPOM), Dra. Indriaty Tubagus, Apt., M.Kes. (Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM), Drs. Tepy Usia, Apt. M.Phil. PhD. (Direktur Standarisasi Produk Pangan BPOM). Dari asosiasi: Dwi Ranny Pertiwi Zarman (Ketua GP. Jamu), dan sejumlah pengusaha Jamu, antara lain; Presiden Direktur PT Harvest Gorontalo Indonesia- produsen Jamu Soman, Riyanto.

Pameran obat tradisional kelas dunia yang berlangsung pada 23-24 Agustus 2019 ini, diikuti lebih dari 300 perusahaan China, dan sekitar 45 perusahaan dari berbagai negara, antara lain: Jerman, Rusia, Portugal, Thailand, dan Indonesia. Pada pameran tahun lalu dihadiri lebih dari 3.000 tamu dari organisasi internasional, delegasi provinsi dan perusahaan.

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito terus berupaya agar Jamu mengglobal. Belum lama ini, pada "The 27th Annual Meeting of International Congress on Nutrition and Integrative Medicine (ICNIM) di Sapporo, Jepang, Minggu, 28 Juli 2019, Penny K. Lukito juga menyampaikan "Strategi Percepatan Pengembangan Industri Jamu dan Fitofarmaka."

Selanjutnya, dihadapan peserta dari berbagai negara yang hadir di Guansu, Penny K. Lukito menggunakan kesempatan ini untuk menjelaskan secara singkat strategi dan inisiatif Badan POM dalam pengembangan Obat Tradisional Indonesia dari bahan-bahan alami di Indonesia yang dikenal sebagai Jamu.

Dijelaskan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Indonesia memiliki sekitar 30.000 tanaman, 300 di antaranya telah digunakan sebagai Jamu sejak zaman kuno.

Indonesia memiliki potensi besar untuk penelitian dan juga peluang pasar yang dapat dikembangkan untuk memenuhi permintaan obat tradisional yang dibuat dari keanekaragaman hayati.

"Strategi kami untuk mendukung dan memfasilitasi peningkatan pemanfaatan bahan-bahan alami untuk pengembangan obat-obatan tradisional di Indonesia, Jamu dan Fitofarmaka, Badan POM Indonesia membentuk Satuan Tugas Nasional," tegas Penny K. Lukito.

Hal itu, lanjutnya, bertujuan untuk mempercepat dengan melibatkan semua elemen. Satuan Tugas Nasional ini untuk mengakselerasi pengembangan Fitofarmaka, obat tradisional yang telah melalui beberapa uji klinis.

Dengan kerangka kolaborasi antara pihak Akademik, Bisnis, Pemerintah, dan Komunitas dengan melibatkan kementerian multi-sektor dan lembaga penelitian, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

"Badan POM Indonesia sangat mendukung para peneliti dan kalangan bisnis untuk mengembangkan obat tradisional untuk kesehatan masyarakat. Saya juga menilai tentang pentingnya memperkuat kolaborasi untuk masa depan pengobatan tradisional Indonesia & pengobatan tradisional China. Saya berharap acara ini akan mendorong pengetahuan dan permintaan obat-obatan tradisional dalam komunitas global," urai Penny K. Lukito.

Apresiasi Pengusaha Jamu Indonesia

Riyanto

Keterangan Foto: Riyanto, Presiden Direktur PT. Harvest Gorontalo Indonesia (Kedua dari Kanan), ikut mendampingi Kepala Badan POM, Penny K. Lukito pada acara The 2019 Traditional Chinese (Guansu) Medicine Industry Expo di Guansu, China.

Dukungan nyata yang diberikan Badan POM untuk terus meningkatkan pasar Jamu ke manca negara mendapat apresiasi dari pelaku bisnis Jamu. Apalagi, penetrasi pasar dilakukan ke negeri China yang sangat tekenal dengan tradisi TCM-nya. Ini sebuah terobosan dan membawa gairah baru untuk semakin intensif memasarkan Jamu ke pasar global.

Presiden Direktur PT Harvest Gorontalo Indonesia, Riyanto mengungkapkan apresiasinya kepada Kepala Badan POM Republik Indonesia, Ibu Penny K. Lukito beserta jajarannya, sehingga peluang memasarkan Jamu Indonesia ke pasar China kini terbuka."Kami ucapkan terima kasih, perusahaan kami mendapat support dari BPOM sehingga produk kami dapat di pasarkan di China," kata Riyanto yang ikut hadir bersama delegasi Indonesia pada event internasional ini.

PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI) adalah produsen Jamu Soman, yang berkolaborasi dengan PT. Soman Indonesia memproduksi Jamu untuk di pasarkan di Indonesia dan ke pasar global (Tentang Jamu Soman berikut ini link-nya: https://www.somanindonesia.co.id/). Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait