Kemenperin Mendorong Jamu Agar Lebih Banyak Masuk Pasar Ekspor
Tanggal Posting : Minggu, 7 Juli 2019 | 04:17
Liputan : Redaksi - Dibaca : 12 Kali
Kemenperin Mendorong Jamu Agar Lebih Banyak Masuk Pasar Ekspor
Menteri Perindustrian RI., Airlangga Hartarto saat membuka Pameran Kosmetik dan Obat Tradisional 2019, di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.

HerbaIndonesia.Com. Potensi ekspor produk Jamu Indonesia harus direalisasikan untuk dipasarkan di pasar ekspor. Untuk itu, para pihak yag terkait harus terus mendorong untuk memberikan iklim usaha yang dapat menstimulus produk Jamu mampu bersaing di pasar global.

Kementerian Perindustrian terus mendorong lebih banyak produk obat tradisional yang bisa menembus pasar ekspor. Menteri Perindustrian RI., Airlangga Hartarto menuturkan bahwa dorongan pemerintah terhadap kinerja ekspor jamu di antaranya fasilitasi pameran dan promosi, terutama bagi produk unggul.

"Sejauh ini, perusahaan jamu dan obat tradisional nasional yang telah menembus pasar ekspor di antaranya PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Perseroan pada kuartal I/2019 mulai melakukan pengiriman produk minuman Kuku Bima Energi ke Nigeria," ujarnya, Kamis (4 Juli 2019).

Menurutnya, industri obat tradisional merupakan sektor yang inklusif atau banyak masyarakat yang bisa mengembangkannya.

Sementara itu, menurut Ketua Gabungan Pengusaha Jamu (GP. Jamu), Dwi Ranny Pertiwi Zarman, ekspor produk jamu dan obat tradisional masih menghadapi kesulitan. Regulasi di negara tujuan menjadi salah satu faktornya.

Dia mencontohkan, untuk bisa masuk ke pasar China, produk jamu asal Indonesia harus uji klinis dan menjalani tes lainnya. Sementara itu Turki itu butuh produk jamu Indonesia akan tetapi regulasi di sana tidak mengizinkan impor. (Sumber berita: https://ekonomi.bisnis.com/read/20190704/257/1120167/kemenperin-dorong-jamu-masuk-pasar-ekspor)

Pasar Jamu Indonesia Tergerus Produk Impor
Pasar jamu dan obat tradisional di dalam negeri cukup besar mengingat populasi penduduk Indonesia mencapai 260 juta jiwa. Namun, produk lokal menghadapi tantangan barang impor yang mudah masuk.

Menteri Perindustrian RI., Airlangga Hartarto menuturkan bahwa industri obat tradisional merupakan sektor yang inklusif atau banyak masyarakat yang bisa mengembangkannya. Pasar obat tradisional di dalam negeri cukup besar mengingat populasi Indonesia yang berada di kisaran 260 juta jiwa.

"Tentunya kebutuhan cukup banyak, apalagi dengan adanya obat pencegahan yang bisa membuka pasar untuk obat tradisional," katanya, Kamis, 4 Juli 2019.

Peluang pasar ini juga dinikmati oleh produk impor. Hal ini lantaran masuknya produk asing ke pasar Indonesia cenderung mudah.

Selain China, produk jamu yang banyak masuk ke pasar dalam negeri berasal dari India. Dia menyebutkan bahwa harga obat tradisional di India bisa 1/3 harga produk Indonesia karena bahan baku di sana lebih murah.

Kendati demikian, produk obat tradisional India belum tentu memiliki kualitas dan higienitas yang lebih baik dibandingkan produk lokal. Masalah harga tersebut juga menjadi tantangan produk Indonesia untuk bisa masuk dan bersaing di pasar India. (Sumber berita: https://ekonomi.bisnis.com/read/20190704/257/1120188/china-dan-india-rebut-peluang-pasar-jamu-indonesia). Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait