Kemenkes RI. dan GP. Jamu Bahas Pengembangan Satelit Obat Tradisional di Rumah Sakit
Tanggal Posting : Sabtu, 5 Mei 2018 | 00:08
Liputan : Redaksi - Dibaca : 306 Kali
Kemenkes RI. dan GP. Jamu Bahas Pengembangan Satelit Obat Tradisional di Rumah Sakit
Kemenkes RI. dan GP. Jamu Bahas Pengembangan Satelit Obat Tradisional di Rumah Sakit, di Jakarta, 4 Mei 2018

HerbaIndonesia.Com Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama GP Jamu, kemarin hari Jumat, 4 Mei 2018, di Jakarta membahas pengembangan satelit obat tardisional di Rumah Sakit.

Sebuah langkah maju untuk menjadikan herbal asli Indonesia dapat digunakan di pelayanan kesehatan formal di rumah sakit.

"Yang diharapkan adalah mendorong tersedianya akses bagi masyarakat dalam pemanfaatan jamu yang rasional," demikian disampaikan dr. Aldrin Neilwan dari kantor Kementerian Kesehatan RI., kemarin (4 Mei 2018) kepada Redaksi HerbaIndonesia.Com.

Turut hadir juga dalam pertemuan tersebut, pejabat dari Kemenkes RI, yaitu: Dr. Ina Rosalina. Dari GP. Jamu antara lain: Ketua GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE., MH, dan beberapa pengurus GP. Jamu yang mendampinginya.

Dr. Aldrin Neilwan menambahkan, bahwa tujuan dari pertemuan dengan GP. Jamu tersebut adalah untuk mendorong upaya menggali potensi bangsa dalam pengembangan bahan baku obat, sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan nasional.

"Juga untuk meningkatkan perekonomian bangsa dalam mencapai masyarakat yang sehat dan sejahtera. Langkah selanjutnya adalah terbentuknya satelit obat tradisional di Rumah Sakit," urainya menambahkan.

Langkah Kemenkes RI. ini sangat strategis dalam meningkatkan pemanfaatan obat tradisional Indonesia, agar dapat digunakan untuk pasien di pelayanan Rumah Sakit.

Sebelumnya, Badan POM juga sudah mengadakan FGD Percepatan Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Fitofarmaka, dan FGD UMKM Obat Tradisional dengan mengundang para stakeholders lintas sektoral obat tradisional. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait