Kemenkes Dorong Daya Saing UKOT, UMOT Hadapi Era Digital
Tanggal Posting : Senin, 16 Juli 2018 | 07:22
Liputan : Redaksi - Dibaca : 227 Kali
Kemenkes Dorong Daya Saing UKOT, UMOT Hadapi Era Digital
Kegiatan Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI. dukung kemajuan obat tradisional, Surakarta, Jawa Tengah, 12-14 Juli 2018..

HerbaIndonesia.Com. Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan RI., mendorong Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) dan Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT), agar mampu berdaya saing.

Salah satu bentuk kegiatan untuk mendukung hal diatas dengan mengadakan kegiatan ‘Peningkatan Kapasitas Penanggung Jawab Teknis Bidang Obat Tradisional’ pada 12-14 Juli 2018 di Surakarta, Jawa Tengah.

Salah satu pokok bahasan pada kegiatan yang khusus diikuti UKOT dan UMOT tersebut adalah melakukan sosialisasi tentang Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektonik.

Pembicara yang kompeten di bidangnya tampil menyajikan presentasi, antara lain yaitu: Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes: Peningkatan Daya Saiang UKOT dan UMOT, Sosialisasi Sistem Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (SOS) di Bidang OT. Dari BPOM: Penerapan CPOTB di UKOTdan UMOT. Dari Kementerian Koperasi dan UKM: Fasilitas bagi UMKM Bidang OT (UKOT dan UMOT). Dari Praktisi Pengusaha: Diwakili oleh GP. Jamu dan dari perusahaan Jamu dari PT. Borobudur.

Direktur Eksekutif GP. Jamu Jawa Tengah, Stefanus Handoyo Saputro menjelaskan bahwa acara ini dikhususkan untuk UKOT dan UMOT yang masih perlu pembinaan bagaimana cara membuat Jamu yang bermutu, berkhasiat dan bermanfaat dan cara-cara perizinan secara online.

"Acara ini sangat membantu UKOT/UMOT," katanya disela-sela kegiatan tersebut kepada Redaksi HerbaIndonesia.Com.

UMKM Jamu, lanjut Handoko, terkendala akses pemasaran terutama di era digital ini, maka perlu bagaimana cara memasarkan melalui online dan peningkatan akses permodalan. Perlu latihan-latihan dibidang inovasi produk, dan kemasan, agar produk UMKM tidak tertinggal oleh kemajuan Zaman, tambah Handoyo.

"Peran GP. Jamu dalam pembinaan UKOT adalah kerjasama lintas sektor di Jawa Tengah dan pendampingan UKOT yang akan memulai CPOTB. CPOTB tahap 1 dan kepada IKOT yang akan menjadi UKOT, sesuai Permenkes Nomor 06 Tahun 2012 Tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional," jelasnya. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait