Jamu Kini Memasuki Pasar Generasi Millenial
Tanggal Posting : Sabtu, 29 Desember 2018 | 08:24
Liputan : Redaksi - Dibaca : 181 Kali
Jamu Kini Memasuki Pasar Generasi Millenial
Foto: Irwan Hidayat (paling kanan) dan I Made Agus Gelgel Wirasuta menerima Plakat dari Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM, Mayagustina Andarini.

HerbaIndonesia.Com. Pasar Jamu kini mulai memasuki era generasi millenial, dalam beberapa tahun mendatang populasi generasi millenial akan semakin mendominasi jumlah penduduk Indonesia. Ini artinya, pasar Jamu di masa mendatang juga harus mampu merebut pasarnya generasi millenial.

Perbincangan Jamu untuk pasar generasi millenial, mengemuka saat Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat tampil sebagai pembicara seminar pada "Progam Terpadu Pengembangan UMKM Berdaya Saing: Pencanangan Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo 2018", yang dilaksanakan oleh BPOM pada Rabu, 12 Desember 2018, di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan.

Acara Progam Terpadu Pengembangan UMKM Berdaya Saing: Pencanangan Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo 2018, dihadiri oleh: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI., Puan Maharani, Menteri Koperasi dan UMKM, Puspayoga, Kepala BPOM, Penny K. Lukito, Pengurus GP. Jamu, dan para pengusaha Jamu dari berbagai daerah.

Pada kesempatan ini, PT Sido Muncul beserta 5 perusahaan lainnya mendapat tugas untuk menjadi Bapak Angkat bagi UMKM yang perlu mendapat pendampingan, agar produk dan pasarnya berkembangan.

Membahas topik "Jamu Indonesia from Local to Global," Irwan Hidayat menjelaskan perjalanan Sido Muncul menghadapi kondisi yang sulit hingga dapat bertahan dan kemudian terus berkembang, hingga mampu menembus ekspor ke sejumlah negara. "Kunci utamanya sih...niat baik," urai Irwan Hidayat berulang kali.

Iwan Hidayat menjelaskan bahwa prospek Jamu di masa datang tetap cerah asalkan dapat meghadapi tantangan dengan meningkatkan inovasi. Kemasan Jamu juga harus berubah sesuai dengan selera konsumen, utamanya millenial.

Industri Jamu juga harus melakukan riset berkesinambungan. Pelaku usaha Jamu harus sadar, generasi saat ini lebih mudah menyukai Jamu. jika dibandingkan dengan masa dulu.

Bahkan, dalam sesi tanya-jawab, seorang penanya generasi millenial, bertanya: "Produk Sido Muncul untuk Remaja apa Pak?

"Sebentar saya cari inspirasi dulu, produk untuk remaja itu apa?" Sesaat kemudian, Irwan lantas menjawab: "Begini... kan remaja itu pulang sekolah cape, diperjalanan juga lelah, nah kamu minumnya Tolak Angin," jawab Irwan Hidayat yang mendapat tepuk tangan hadirin yang hadir.

Pembicara lain yang tampil adalah Dr.rer.nat.Drs. I Made Agus Gelgel Wirasuta, Apt, M.Si. (Toksikologi Forensik dan Staf Ahli Pembagunan Gubernur Bali) yang membahas: Peran Farmasis Dalam Pengembangan Jamu Indonesia.

Mengawali presentasinya, Made Agus Gelgel Wirasuta, antara lain membahas fenomena peningkatan penggunaan herbal medicine (HM). WHO memprediksi pengguna herbal medicine dari 25% hingga 40% penduduk dunia.

Ini tentunya peluang: Peningkatan akseptabilitas tenaga medis dalam penggunaan CAM/HM, Pengobatan yang sinergis (CAM/HM vs Modern Medicine), Penggunaan HM untuk preventive, Peninggkatan bukti klinik terhadap efficacy HM, dan Menjadi Pilihan Pasien.

Sedangkan peran Apoteker di Apotek dapat mempromosikan produk obat tradisional. Dengan cara Product knowledge obat herbal, Mekanisme kerja obat herbal dalam penyehatan, Promosi penggunaan obat herbal Indonesia, Peningkatan pemanfaatan obat herbal untuk supporting therapy.

"Sadari Jamu adalah modal kekayaan warisan leluhur yang harus digali dan dibuat menjadi kekuatan bangsa. Dari Bali menuju Indonesian Traditional Complementary Alternative Medicine," tegas Made Agus Gelgel Wirasuta mengakhiri presentasinya. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait