Jamu Iboe Perluas Pasar, Garap Pasar Rumah Sakit di Jawa Timur
Tanggal Posting : Jumat, 5 Oktober 2018 | 09:06
Liputan : Redaksi - Dibaca : 23 Kali
Jamu Iboe Perluas Pasar, Garap Pasar Rumah Sakit di Jawa Timur
Stand Jamu Iboe yang baru dibuka di RSUD Sidoarjo, 2 Oktober 2018.Foto: www.surabaya.tribunnews.com

HerbaIndonesia.Com. Jamu Iboe terus melakukan beragam strategi untuk memperluas pasar. Setelah tahun lalu membuka outlet di kampus, kini perseroan melirik pasar rumah sakit di Jawa Timur.

Berikut ini, berita berjudul: ’Jamu Iboe Bidik Pasar Rumah Sakit di Jatim, Optimistis Target Pertumbuhan 10 Persen Tercapai’ yang dimuat di media online: www.surabaya.tribunnews.com:

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah persaingan pasar yang ketat dan ancaman regenerasi baik pasar maupun usaha, PT Jamu Iboe Jaya terus agresif mengembangkan pasar di berbagai segmen. Setelah agresif membuka outlet di mal dan kampus, perusahaan jamu asli Surabaya ini mulai masuk ke Rumah Sakit (RS).

"Kami ada outlet di RSUD Dr Soetomo Surabaya dan RSUD Dr Saiful Anwar Kota Malang. Terbaru di RSUD Sidoarjo, dengan nama Iboe Herbal Bar," kata Perry Anglishartono, Product Group Manager PT Jamu Iboe Jaya, Selasa (2/9/2018).

Diakui Perry, saat ini industri jamu sedang mengalami tantangan. Yaitu tantangan persepsi, regenerasi, sosialisasi dan regulasi.

Persepsi jamu sebagai produk yang tidak enak, pahit dan kuno, membuat pasar berkurang. Kemudian regenerasi, dari imbas persepsi itu, pasar dari kalangan anak muda menjadi tidak minat pada jamu, begitu juga penerus usaha jamu yang juga enggan masuk ke bisnis ini.

"Sosialisasi juga kurang, terutama dari industri karena biaya promosi yang tidak sebanding dengan biaya produksi maupun harga produk. Selanjutnya regulasi dari pemerintah yang kurang mendukung pengembangan usaha jamu ini sendiri," ungkap Perry.

Namun bagi Jamu Iboe, tantangan itu mereka hadapi dengan agresif mengembangkan pasar dan membidik segmen baru, yaitu segmen milienial. Selain di RS, sebelumnya Jamu Iboe sudah masuk ke mal dan kampus. Kemudian aktif tampil di kegiatan-kegiatan pameran, bazar di berbagai kegiatan kampung, sekolah, dan kampus.

"Kami atau Jamu Iboe sudah berusia 108 tahun. Kami terus mendorong peningkatan usaha dengan target per tahun rata-rata 10 persen," tambah Perry.

Tahun 2018 ini, Jamu Iboe menargetkan pertumbuhan 10 persen. Target itu, optimis tercapai dengan upaya yang sudah dilakukan.

Untuk pengembangan produk, Jamu Iboe saat ini sudah memiliki jumlah produk mencapai 90 macam. Selain jamu tradisional juga ada minuman herbal atau natural drink dengan harga terjangkau.

Seperti Tamarin, Kulit Manggis, Lidah Buaya, Alang-Alang, Beras Kencur, Temulawak, Jahe, dan lainnya.

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2018/10/02/jamu-iboe-bidik-pasar-rumah-sakit-di-jatim-optimistis-target-pertumbuhan-10-persen-tercapai. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait