Gencarkan Promo Jamu untuk Milenial, Preventif untuk Kesehatan
Tanggal Posting : Kamis, 20 Sepember 2018 | 07:22
Liputan : Redaksi - Dibaca : 29 Kali
Gencarkan Promo Jamu untuk Milenial, Preventif untuk Kesehatan
Kegiatan Minum Jamu Bersama di SMA1 Sukoharjo oleh PT Gujati 59

HerbaIndonesia.Com Promosi Jamu kepada generasi milenial perlu terus digaungkan, dengan positioning Jamu sebagai tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Potensi ini berpeluang memberikan dampak ekonomi yang besar bagi industri Jamu nasional.

Wakil Ketua Pengurus Daerah GP. Jamu Jawa Tengah, Ir. Agung Shusena menjelaskan perlunya perubahan paradigma yang mendasar, yaitu bahwa Jamu bukanlah obat (tradisional) yang hanya diminum pada saat sakit atau hanya diminum oleh orang tua saja.

"Jamu itu berfungsi sebagai tindakan preventif atau pencegahan dan promotif, agar badan sehat tidak mudah sakit, dan kondisi tubuh tetap prima. Jadi, jika Jamu dipandang sebagai minuman kesehatan, maka secara bisnis, secara ekonomi akan lebih cepat berkembang di masa mendatang," katanya kepada Redaksi HerbaIndonesia.Com, Minggu malam, 16 September 2018.

Lebih lanjut Agung Shusena menamhahkan bahwa konsekuensinya adalah peraturan produksi tentang Jamu, semestinya tidak seketat seperti layaknya industri obat. Peraturannya tidak disamakan dengan industri farmasi yang memproduksi obat-obatan bahan kimia.

Pada bagian lain, disebutkan agar generasi milenial lebih tertarik minum Jamu, tentunya tampilan kemasan Jamu dan promo Jamu juga harus sesuai dengan karakter generasi milenial, papar Agung Shusena yang juga Direktur Utama Pabrik Jamu PT Gujati 59 yang berlokasi di Sukoharjo.

Dalam hal promo Jamu untuk generasi milenial, pabrik Jamu Gujati 59 secara rutin melakukan edukasi ke sekolah-sekolah di Kawasan Sukoharjo bekerjasama dengan pihak sekolah.

Belum lama ini, pada Jumat, 14 September 2018, Gujati 59 mengadakan acara minum Jamu bersama dengan para siswa SMA1 Sukoharjo di halaman sekolah. Selain minum Jamu bersama, acara juga diramaikan dengan berbagai game yang meriah.

"Tujuan minum Jamu bersama ini untuk mempopulerkan Jamu kepada generasi milenial yang populasinya sangat besar. Dengan edukasi ini, mereka semakin mengenal Jamu dan mulai minum Jamu secara rutin untuk menjaga kesehatan generasi muda. Juma membiasakan minum Jamu sejak kecil," urai Agung Shusena menegaskan.

Dibagian lain, dia mengungkapkan bahwa kenaikan nilai USD terhadap rupiah akhir-akhir ini, belum ada dampak yang signifikan terhadap industri Jamu nasional. Hal ini, disebabkan bahan baku Jamu hampir 100 persen dari bahan alam lokal.

Jika ada komponen impor, nilainya sangat kecil, seperti impor Ginseng, yang nilainya hanya sekitar 2 persen dari nilai total produksi. Sedangkan untuk kemasan Jamu, yang memang ada kandungan impornya, seperti plastik dan lainnya, pihak pemasok/suplier belum menaikan harga. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait