Geliat Koperasi Jamu Indonesia Sukoharjo
Tanggal Posting : Kamis, 19 April 2018 | 07:15
Liputan : Redaksi - Dibaca : 313 Kali
Geliat Koperasi Jamu Indonesia Sukoharjo
Ketua KOJAI Sukoharjo dan Ragam Kegiatannya

HerbaIndonesia.Com Geliat Koperasi Jamu Indonesia Kabupaten Sukoharjo harus diacungi jempol. Beragam kegiatan, selain membina anggota, bermitra dengan sejumlah departemen di pemerintahan, menerima berbagai tamu untuk study banding, dan tentunya terus mempekenal jamu sebagai warisan budaya Indonesia.

Ketua Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI), Suwarsi Moertedjo menjelaskan bahwa progam kerja KOJAI, pada tahap awalnya adalah mewujudkan kampung jamu yang sudah lama diidamkan bekerjasama dengan Dinas Pertanian setempat, Kelompok PKK, Budidaya tanaman obat, demikian diungkapkan kepada Redaksi HerbaIndonesia.Com, Kamis, 19 April 2018.

Secara bertahap, lanjut Bu Moertedjo, dengan adanya kampung jamu, dan pasar jamu dapat dijadikan study banding para pelajar, mahasiswa, dan Dinas Pariwisata serta Departemen lain yang terkait. "Dengan ini dapat mengangkat potensi daerah di Nguter Sukoharjo, Jawa Tengah yang terkenal dengan jamu gendongnya, walaupun sekarang sudah tidak di gendong, tetapi rasanya tetap sama, dengan proses yang sama," ungkap Bu Moertedjo penuh semangat.

Belum lama ini, KOJAI menerima penyerahan bibit-bibit tanaman obat dari Dinas Pertanian kepada kelompok PKK kampung Nguter yang dikemas dalam Acara Pelatihan Budidaya. Juga bulan lalu, ada kegiatan minum jamu Dekranasda pada 11 Maret 2018. "Kemarin pada 18 April 2018 ada study banding dari SMK Farmasi dari Ngawi ke UD Bisma sehat," ujar Bu Moertedjo.

KOJAI adalah salah satu model dari wujud melestarikan jamu sebagai warisan budaya nusantara, sebagai penyehat bangsa Indonesia, dan sekaligus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dengan produk unggulan jamu asli herbal Indonesia. Banyak pihak yang terlibat dalam ekonomi rakyat ini, dari petani tanaman obat, para penjual jamu gendong, para produsen jamu, dan para distributor.

Sejarah Singkat KOJAI
Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI) Sukoharjo semula belum berbadan hukum, beranggotakan pembuat Jamu di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya. Rintisannya sejak tahun 1977, kala itu masih bergabung dengan Gabungan Perusahaan Jamu Indonesia (GPJI). Ketua pada waktu itu Drs.Moertedjo, yang juga Wakil Ketua GPJI Pusat. Pada 1977, anggota KOJAI 15 pengrajin jamu.

KOJAI sejak awal mempunyai kegiatan utama menghimpun pengrajin jamu, melakukan pembimbingan, serta membina bagaimana membuat jamu yang sehat, aman, dan baik (dalam bentuk serbuk maupun jamu gendong).

Dikutip dari media online: (http://m.solopos.com/2012/11/22/nguter-kampung-jamusegarnya-aroma-kunyit-jadi-daya-pikat-350018), berikut ini kutipan berita tentang KOJAI.

Selain melakukan pembinaan pada pengrajin jamu gendong, Kojai memberikan fasilitas kepada para anggotanya untuk kemudahan dalam pengurusan perizinan, baik pendaftaran izin prinsip IKOT, maupun pendaftaran izin edar produk (TR) obat tradisional secara kolektif.

Pada tanggal 30 Juli 1995, organisasi tersebut resmi berbadan hukum, dengan nomor: 1246/BH/KWK II/VII/1995/30 juli 1995, dengan nama organisasi Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI) yang diketuai oleh Ny.Suwarsi Moertedjo dengan anggota 30 pengrajin jamu.

Seiring dengan perkembangan Pengrajin jamu di kabupaten Sukoharjo, KOJAI mengalami perkembangan yang pesat. Hingga akhirnya pada tahun 2009 Kojai berangotakan 72 anggota.

Kepercayaan terhadap KOJAI pun tidak semata-mata berasal dari para anggotanya. Dibuktikan pada tahun 2005, KOJAI mendapatkan kepercayaan dari pemerintah berupa dana APBD, serta dana bergulir dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Dengan kerjasama yang baik diantara pengurus dan anggotanya, akhirnya dana tersebut dapat dikelola dengan baik sehingga tidak ada kesulitan pada saat pengembaliannya.

KOJAI Sukoharjo mempunyai 3 prinsip yang akan senantiasa diingat oleh segenap pengurus dan anggotanya, yaitu: 1. Persatuan, 2. Kejujuran, 3. Kedisiplinan.

Bila pada banyak koperasi yang menjadi kendala adalah masalah keuangan, maka bagi KOJAI hal tersebut tidaklah menjadi persoalan atau beban bagi anggotanya. KOJAI terus bertekad untuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada seluruh anggotanya dalam meringankan dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi anggotanya.

Saat ini, dalam melakukan kegiatannya sehari-hari KOJAI Sukoharjo berkantor di sebuah rumah sewa di Jl. Mayor Sunaryo Nomor 8, Sukoharjo. Walaupun demikian, KOJAI tetap dapat memberikan kenyamanan dalam berkonsultasi dan menggerakkan semua kegiatan yang telah ditetapkan. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait