Geliat KOJAI di Rapimnas Kadin 2018 yang Ditutup Presiden RI
Tanggal Posting : Senin, 24 Desember 2018 | 06:32
Liputan : Redaksi - Dibaca : 18 Kali
Geliat KOJAI di Rapimnas Kadin 2018 yang Ditutup Presiden RI
Stand Pameran KOJAI yang ramai dikunjungi Peserta Rapimnas Kadin Indonesia 2018, di Surakarta, Jawa Tengah.

HerbaIndonesia.Com KOJAI tampil pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tahun 2018 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang digelar pada 26-28 November 2018.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo hadir dan sekaligus menutup Rapimnas Kadin Indonesia 2018 pada Rabu, 28 November 2018. Tampak Presiden Jokowi mengenakan kemeja putih dibalut jas warna gelap disambut oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani.

Rapimnas 2018 mengangkat tema: Meningkatkan Ekspor dan Mendorong Pembangunan Industri yang Berdaya Saing Menuju Pembangunan Ekonomi yang Berkeadilan.

Diajang Rapimnas ini, Kadin menyoroti tentang Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang dikeluarkan pemerintah, yang terdiri: Kebijakan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI), Tax holiday, dan Kewajiban membawa pulang Devisa Hasil Ekspor.

Pada kesempatan ini, kembali Presiden Jokowi menegaskan komitmennya kepada UMKM. "Ketua Kadin menyampaikan aspirasi mengenai UMKM, ini juga menyuarakan aspirasi yang saya inginkan. Saya ini alumnus UMKM, keluarga saya juga UMKM, anak-anak saya juga UMKM, jualan martabak dan pisang. Jangan ragukan komitmen saya terhadap UMKM," ujar Jokowi sebagaimana dikutip oleh sejumlah media online.

Seiring dengan kehadiran UMKM, maka geliat Koperasi Jamu Indonesia Kabupaten Sukoharjo harus diacungi jempol. Beragam kegiatan, selain membina anggota, bermitra dengan sejumlah departemen di pemerintahan, menerima berbagai tamu untuk study banding, dan tentunya terus mempekenal jamu sebagai warisan budaya Indonesia.

Kali ini, KOJAI hadir diacara nasional yang bergengsi yang dihadiri Presiden RI. yaitu Rapimnas Kadin Indonesia 2018 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang digelar pada 26-28 November 2018.

Ketua Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI), Suwarsi Moertedjo menjelaskan bahwa dengan mengikuti kegiatan ini ada banyak manfaatnya, yaitu pengenalan ke masyarakat, lebih khususnya untuk kelompok menengah ke atas yang tetap suka minum Jamu.

Selain itu, juga sebagai promosi produk Jamu, dan ini bagian dari upaya yang tidak henti-hentinya memberi semangat kepada UMKM. Kita harus terus angkat produk Jamu pada momen-momen yang berskala nasional, agar tidak kalah dengan produk-produk luar negeri.

"Kami akan selalu mempertahankan Jamu sampai kapanpun," ujar Suwarsi Moertedjo penuh semangat kepada Redaksi JamuDigital.Com disela-sela Rapimnas Kadin Indonesia 2018.

Sebelumnya, Suwarsi Moertedjo kepada Redaksi JamuDigital.Com juga pernah memaparkan progam kerja KOJAI, yaitu pada tahap awalnya adalah mewujudkan kampung jamu yang sudah lama diidamkan bekerjasama dengan Dinas Pertanian setempat, Kelompok PKK, Budidaya tanaman obat.

Secara bertahap, lanjut Moertedjo, dengan adanya kampung Jamu, dan pasar Jamu dapat dijadikan study banding para pelajar, mahasiswa, dan Dinas Pariwisata serta Departemen lain yang terkait.

"Dengan ini dapat mengangkat potensi daerah di Nguter Sukoharjo, Jawa Tengah yang terkenal dengan jamu gendongnya, walaupun sekarang sudah tidak di gendong, tetapi rasanya tetap sama, dengan proses yang sama," ungkap Moertedjo pada April 2018 lalu.

Belum lama ini, KOJAI menerima penyerahan bibit-bibit tanaman obat dari Dinas Pertanian kepada kelompok PKK kampung Nguter yang dikemas dalam Acara Pelatihan Budidaya. Juga bulan lalu, ada kegiatan minum jamu Dekranasda pada 11 Maret 2018. "Kemarin pada 18 April 2018 ada study banding dari SMK Farmasi dari Ngawi ke UD Bisma sehat," ujar Moertedjo.

KOJAI adalah salah satu model dari wujud melestarikan Jamu sebagai warisan budaya nusantara, sebagai penyehat bangsa Indonesia, dan sekaligus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dengan produk unggulan Jamu asli herbal Indonesia. Banyak pihak yang terlibat dalam ekonomi rakyat ini, dari petani tanaman obat, para penjual Jamu gendong, para produsen Jamu, dan para distributor.

Sejarah Singkat KOJAI
Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI) Sukoharjo semula belum berbadan hukum, beranggotakan pembuat Jamu di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya. Rintisannya sejak tahun 1977, kala itu masih bergabung dengan Gabungan Perusahaan Jamu Indonesia (GPJI). Ketua pada waktu itu Drs.Moertedjo, yang juga Wakil Ketua GPJI Pusat. Pada 1977, anggota KOJAI 15 pengrajin jamu.

KOJAI sejak awal mempunyai kegiatan utama menghimpun pengrajin jamu, melakukan pembimbingan, serta membina bagaimana membuat jamu yang sehat, aman, dan baik (dalam bentuk serbuk maupun jamu gendong).

Dikutip dari media online: (http://m.solopos.com/2012/11/22/nguter-kampung-jamusegarnya-aroma-kunyit-jadi-daya-pikat-350018), berikut ini kutipan berita tentang KOJAI.

Selain melakukan pembinaan pada pengrajin jamu gendong, Kojai memberikan fasilitas kepada para anggotanya untuk kemudahan dalam pengurusan perizinan, baik pendaftaran izin prinsip IKOT, maupun pendaftaran izin edar produk (TR) obat tradisional secara kolektif.

Pada tanggal 30 Juli 1995, organisasi tersebut resmi berbadan hukum, dengan nomor: 1246/BH/KWK II/VII/1995/30 juli 1995, dengan nama organisasi Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI) yang diketuai oleh Ny.Suwarsi Moertedjo dengan anggota 30 pengrajin Jamu.

Seiring dengan perkembangan Pengrajin jamu di kabupaten Sukoharjo, KOJAI mengalami perkembangan yang pesat. Hingga akhirnya pada tahun 2009 Kojai berangotakan 72 anggota.

Kepercayaan terhadap KOJAI pun tidak semata-mata berasal dari para anggotanya. Dibuktikan pada tahun 2005, KOJAI mendapatkan kepercayaan dari pemerintah berupa dana APBD, serta dana bergulir dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Dengan kerjasama yang baik diantara pengurus dan anggotanya, akhirnya dana tersebut dapat dikelola dengan baik sehingga tidak ada kesulitan pada saat pengembaliannya.

KOJAI Sukoharjo mempunyai 3 prinsip yang akan senantiasa diingat oleh segenap pengurus dan anggotanya, yaitu: 1. Persatuan, 2. Kejujuran, 3. Kedisiplinan.

Bila pada banyak koperasi yang menjadi kendala adalah masalah keuangan, maka bagi KOJAI hal tersebut tidaklah menjadi persoalan atau beban bagi anggotanya. KOJAI terus bertekad untuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada seluruh anggotanya dalam meringankan dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi anggotanya.

Saat ini, dalam melakukan kegiatannya sehari-hari KOJAI Sukoharjo berkantor di sebuah rumah sewa di Jl. Mayor Sunaryo Nomor 8, Sukoharjo. Walaupun demikian, KOJAI tetap dapat memberikan kenyamanan dalam berkonsultasi dan menggerakkan semua kegiatan yang telah ditetapkan. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait