Gangguan Sleep Apnea, Gangguan Henti Nafas Berulang dan Kembali Bernafas Saat Tidur
Tanggal Posting : Senin, 11 Juni 2018 | 08:55
Liputan : Redaksi - Dibaca : 131 Kali
Gangguan Sleep Apnea, Gangguan Henti Nafas Berulang dan Kembali Bernafas Saat Tidur
Gangguan Sleep Apnea, Gangguan Henti Nafas Berulang dan Kembali Bernafas Saat Tidur

HerbaIndonesia.Com. Sleep apnea merupakan gangguan henti nafas berulang dan kembali bernafas lagi selama tidur. Kondisi ini bisa terjadi pada segala usia, dan lebih sering pada pria dibandingkan wanita. Gangguan ini merupakan penyebab utama rasa kantuk di siang hari dan berpotensi menjadi serius. Ada tiga jenis sleep apnea:

1. Sleep Apnea Obstruktif
Hal ini terjadi saat otot teggorokan dan lidah dalam posisi rileks saat tidur, sehingga menutup pintu saluran udara dan menyebabkan sulit bernafas atau henti nafas secara bersamaan. Siklus ini berulang 20-30 kali dalam satu jam. Sebagian orang dengan kondisi ini, dapat bangun dengan mudah setiap kali, namun tidak tahu apa yang terjadi. Walau tidak sadar tidur anda terganggu, dan tidak nyenyak. Sebagian orang dengan kondisi ini juga mendengkur, namun tidak semua orang yang mendengkur mengalami sleep apnea.

2. Sleep Apnea Sentral
Kondisi ini lebih jarang terjadi dibandingkan dengan yang obstruktif. Kondisi ini terjadi saat otak gagal mengirim sinyal-sinyal ke otot-otot yang mengendalikan pernafasan. Penderita dapat tiba-tiba bangun saat kadar karbondioksida dalam darah meningkat dan kadar oksigen menurun, dan akan cendrung ingat saat terbangun dibanding dengan penderita sleep apena obstruktif.

3. Sleep Apena Kompleks
Merupakan kombinasi atau gabungan dari sleep apena obstruktif dan sleep apena sentral. Gejala yang dialami :

  • Mendengkur keras
  • Tidak tidur nyenyak
  • Tersedak, atau nafas tersengal-sengal ketika tidur
  • Mengantuk berlebihan disiang hari
  • Gangguan atau hilangnya memori
  • Gangguan kepribadian (contoh : Mood buruk) akibat kurang tidur

Penyebab 

Sleep Apnea Obstruktif :

  • Sumbtan sebagian atau total pada saluran nafas akibat relaksasi otot-otot tenggorokan secara berlebihan.
  • Pembesaran adenoid (kelenjar limfe dibelakang hidung)
  • Pembesaran kelenjar Tonsil/Amandel
  • Kelainan kongenital (cacat bawaan)
  • Obesitas (kegemukan)

Sleep Apena Sentral :

  • Kegagalan kerja otot-otot dada dan diafragma akibat tidak adanya sinyal saraf sehingga saluran udara tetap terbuka.
  • Masalah kardiovaskular (tekanan darah tinggi)
  • Kelelahan disiang hari
  • Komplikasi terhadap obat-obatan atau operasi pembedahan

Pencengahannya :

  • Menjaga berat badan
  • Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol
  • Hindari posisi tidur terlentang
  • Rutin berolah raga secara teratur

(Sumber: healty guide, Jakarta: PT Bhuana Ilmu Pelopor, 2012 hal.162) Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait