GP. Jamu Jabar dan Jamu Digital: Elaborasi Strategi Perkuat Brand dan Akses Pasar Era Digital
Tanggal Posting : Sabtu, 17 Agustus 2019 | 01:56
Liputan : Redaksi - Dibaca : 49 Kali
GP. Jamu Jabar dan Jamu Digital: Elaborasi Strategi Perkuat Brand dan Akses Pasar Era Digital
Ketua DPD GP. Jamu Jabar, Erna Setiyawati, Founder Jamu Digital, Karyanto dan Sejumlah Anggota GP.Jamu Jabar bahas Brand dan Akses Pasar Jamu era Digital.

HerbaIndonesia.Com. Pengurus DPD GP. Jamu Jawa Barat dan sejumlah anggota GP. Jamu Jawa Barat bersama Founder Jamu Digital mengelaborasi strategi memperkuat brand Jamu dan akses Pasar Jamu di Era Digital pada Kamis, 15 Agustus 2019 di LPK Daun Mas Media Husada Bekasi, Jawa Barat.

Ketua DPD GP. Jamu Jawa Barat, Erna Setiyawati, SE., S.Ag.Kes. saat membuka diskusi mengatakan bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi nilai tambah bagi para anggota GP. Jamu di Jawa Barat untuk mendapatkan kesempatan menambah pengetahuan seperti yang akan dibahas pada kegiatan kali ini untuk memperkuat branding Jamu melalui media online dan memanfaatkan aplikasi digital untuk memperluas akses pasar Jamu.

Founder Jamu Digital, Karyanto pada kesempatan ini selain menjelaskan bagaimana membangun & memperkuat brand Jamu, memperluas akses pasar Jamu melalu platform digital, juga mempertegas perlunya integrasi antara produsen Jamu dengan para pengobat tradisional, sehingga ke depan akan tercipta sistem pengobatan tradisional yang terpadu.

Mengawali presentasinya, Karyanto menjelaskan bahwa potensi Jamu Indonesia harusnya dapat mendunia, dan Jamu dapat memberikan kontribusi besar di dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan perekonomian nasional.

Indonesia sebagai negara mega biodiversitas, memiliki potensi menjadi produsen obat dari bahan alam terbesar di dunia. Integrasi pengembangan Jamu dengan pengobatan tradisional berbasis teknologi informasi dapat mencuatkan era Jamu 4.0.

Karyanto mengutip sejumlah data memaparkan bahwa bahwa Genetic Resources, Keanekaragaman hayati di Indonesia lebih dari 30.000 spesies tanaman, menempatkan Indonesia Negara Megabiodiversitas ke-5 terbesar di Dunia (LIPI, 2015). Sedangkan sebagai Traditional Knowledge, Ristoja menghimpun informasi ada sebanyak Ramuan 25.821, Tumbuhan Obat 2.670 spesies tersebar pada 303 etnis di 24 propinsi (Laporan Ristoja B2P2TOOT, 2015).

Herbal Medicine Products, Jumlah NIE Obat Tradisional sampai dengan September 2018 sebanyak 10. 688 (Database Badan POM). Kurang dari 5.000 simplisia telah digunakan pada produk obat tradisional. Produk Jamu lebih dari 9.000 produk, Produk OHT lebih dari 62 produk, dan Produk Fitofarmaka sebanyak 21 produk.

Potensi Jamu dan OHT, lanjut Karyanto, didorong untuk digunakan secara terintegrasi dengan pengobatan tradisional, sebagaimana telah dikembangkan di China dan India. Dengan sumber bahan baku Jamu dan obat herbal yang berlimpah, maka potensi Jamu dan obat herbal dapat menjadi sumber pemasok bahan baku obat bahan alam ke seluruh pasar dunia. Ini potensi ekonomi yang sangat dahsyat, tegasnya.

Sedangkan produk Fitofarmaka- obat herbal yang sudah di uji klinis, seharusnya terus didorong untuk digunakan dipelayanan kesehatan formal di rumah sakit dan menjadi bagian dari Program JKN.

GP.Jamu dan Jamu Digital

Keterangan Foto: Suasana diskusi Memperkuat Brand Jamu dan Perluas Akses Pasar Jamu Era Digital, Pengurus GP. Jamu Jawa Barat dan sejumlah anggota, bersama Jamu Digital.

Strategi Perkuat Brand dan Akses Pasar Jamu Era Digital

Menurut Karyanto- Sarjana Farmasi UGM- yang pernah berkarir sebagai wartawan lebih dari 10 tahun ini- mengungkapkan bahwa Jamu harus diperkuat brandnya dan akses pasar Jamu diperluas melalui paltaform digital. "Untuk itu, kami sekitar dua tahun lalu meluncurkan media online khusus jamu untuk membantu meningkatkan branding Jamu Indonesia yaitu situs JamuDigital.Com," urainya.

Untuk pasar Jamu digital, Karyanto menambahkan, aplikasi pasar Jamu Digital sudah dikembangkan dan kini terus dimantapkan contentnya. Untuk mengisi content pasar Jamu berbasis digital ini, perlu kerja sama dengan GP. Jamu- dimana seluruh produsen Jamu di Indonesia berhimpun. "Marketplace Jamu- BeliJamu.Com diharapkan menjadi pasar Jamu digital terbesar di Indonesia karena semua produk anggota GP. Jamu dapat dipasarkan di marketplace Jamu ini, " urai Karyanto berharap.

Terkait hal ini, lanjut Karyanto, belum lama ini- Manajemen Jamu Digital berdiskusi dengan Ketua Umum DPP GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman membahas kerjasama GP. Jamu dengan Jamu Digital untuk bersama-sama mengembangkan brand Jamu dan memperluas akses pasar Jamu di era digital ini.

Jamu Digital sebagai Pioner Media Online dan Marketplace Jamu Indonesia diharapkan dapat memperkuat brand Jamu Indonesia, dan memperluas akses pasar melalui pasar Jamu digital.

Pada saat peluncuran Pencanangan Kabupaten Sukoharjo sebagai Destinasi Wisata Jamu pada Senin, 18 Maret 2019 di halaman Pemerintah Daerah Sukoharjo, Jawa Tengah, Kepala Badan POM, Penny K. Lukito dihadapan para pengusaha Jamu dan penjual Jamu Gendong saat menyampaikan sambutan memberikan apresiasi kepada Jamu Digital sebagai pinoner media online Jamu dan Marketplace Jamu yang dapat membantu Jamu Gendong dijual secara online, agar pasarnya makin luas dan disukai generasi milenial.

Usai Karyanto presentasi sekitar 1,5 jam, para peserta melanjutkan diskusi untuk membahas tindak lanjut bagaimana meningkatkan brand Jamu dan edukasi Jamu kepada masyarakat melalui media online JamuDigital.Com. dan bagaimana mekanisme menggunakan platform Pasar Jamu Online BeliJamu.Com.

Dari diskusi yang antusias ini, akhirnya menghasilkan sejumlah gagasan riil untuk ditindak-lanjuti dalam waktu dekat, antara lain:

  • Pengurus GP. Jamu Jawa Barat agar melakukan MOU dengan Jamu Digital agar media online dan aplikasi Jamu Online yang dikembangkan oleh Jamu Digital dapat menjadi sarana organisasi untuk meningkatkan brand Jamu Indonesia, sarana Edukasi Jamu, dan menjadikan platform BeliJamu.Com dapat menjadi etalase produk-produk Jamu yang diproduksi oleh seluruh anggota GP. Jamu.
  • Selanjutnya didisain pola kerjasama yang tepat antara Jamu Digital dengan para anggota GP. Jamu Jabar, bagaimana mekanisme untuk mengoptimalkan media online Jamu Digital, dan Aplikasi Jamu Online- BeliJamu.Com dapat digunakan oleh para anggota GP. Jamu Jabar.

Founder Jamu Digital, Karyanto menyambut baik usulan ini, dan akan segera menindaklanjutinya dengan Pengurus GP. Jamu, baik di Tingkat Pusat dan dengan para Pengurus Pengda GP. Jamu di berbagai daerah.

Ketua DPD GP. Jamu Jawa Barat, Erna Setiyawati menilai bahwa berita online JamuDigital.Com beritanya bagus-bagus, memberikan informasi ter-upadate dan juga bernuansa edukasi kepada masyarakat. "Tentang rencana untuk kerjasama dengan GP. Jamu Jawa Barat, kami menyambut dengan baik dari rencana yang baik ini, sehingga dapat menjadi media promosi untuk industri Jamu," ungkapnya. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait