Filosofi Pengobatan Holistik Jamu Indonesia
Tanggal Posting : Senin, 22 Oktober 2018 | 07:07
Liputan : Redaksi - Dibaca : 21 Kali
Filosofi Pengobatan Holistik Jamu Indonesia
dr. Inggrid Tania, MSi. Herbal, Ketua II ADSJI pada konferensi Health, Complementary Alternative Medicine (CAM) and Sports Conference, Sabtu, 20 Oktober 2018 di Jakarta.

HerbaIndonesia.Com Jamu memiliki empat fungsi dasar, yaitu: 1. Mengobati penyakit (misalnya: diare, batu ginjal, dan lain-lain), 2. Menjaga kesehatan/kebugaran, perawatan kecantikan/ seksualitas pria/wanita dengan meningkatkan sirkulasi darah dan metabolisme, 3. Menghilangkan rasa sakit, dengan mengurangi peradangan dan gangguan pencernaan, 4. Memperbaiki gangguan di tubuh manusia seperti infertilitas, bau badan, infeksi cacing parasit, dan lain-lain.

Demikain dijelaskan oleh dr. Inggrid Tania, MSi. Herbal, Ketua II ADSJI (Asosiasi Dokter Saintifikasi Jamu Indonesia) pada ‘Health, Complementary Alternative Medicine (CAM) and Sports Conference’ yang diselenggarakan oleh Universitas Binawan, pada Sabtu, 20 Oktober 2018 di Jakarta.

Dengan tema ‘Integrated CAM in Health Care and Sports Performance, Increase Mobility, Increase Performance for better quality of life, The 1st CAM and Wellness Conference in Indonesia."

Menampilkan pembicara: G. L Khanna (Manav Rachna International University, India), Fanny Riawan (Sport Director INAPGOC- Indonesian Asian Para Games Organizing Committee), Zeth Boroh (Binawan University), Muhammad Arsyad Subu (University of Sharjah, United Arab Emirates), S.S. Sarangdevot (Vice Chancellor University of Radjastan), Siswo Poerwanto (Head of Centre Study for Wellness, Binawan University Jakarta), Farrah Bachtiar ( Scoliosis Care Center Indonesia), Safrin Arifin (University of Indonesia), Shailendra Mehta (Janardan Rai Nagar Rajastan Vidyapeeth University), Sheetal Kalra and Priyanka Rishi (Shree Guru Gobind Singh Tricentenary University, India), Hafna Rosyita (Dr TCM Beijing University, China), Dennis Laoh (Macquarie University), Suhariningsih (Airlangga University), Inggrid Tania (University of Indonesia).

Lebih lanjut dr. Inggrid Tania dalam makalahnya berjudul ‘The Philosophy of Traditional Indonesia Medicine’ menjelaskan bahwa Jamu memainkan perannya dalam meningkatkan darah dan kehidupan/energi vital, serta menjaga sirkulasi darah dengan baik.

Kualitas dan efek Jamu, lanjutnya, terikat oleh prinsip-prinsip sistem humoral. Jamu digunakan untuk menyembuhkan keluhan tubuh serta gangguan kesehatan yang menunjukkan ketidakseimbangan kondisi humoral. Penyakit dengan atribut panas seperti sariawan dan demam, perlu disembuhkan dengan Jamu "dingin".

Sementara penyakit dengan atribut dingin seperti impotensi, perlu disembuhkan dengan Jamu "panas". Ini semua bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan dan harmoni antara elemen panas dan dingin di dalam tubuh manusia.

Menurut gagasan keseimbangkan mikrokosmos dalam makrokosmos, untuk mengembalikan keharmonisan, kita perlu menggunakan Jamu yang terdiri dari campuran herbal dengan semua unsur bahan dan kompleksitas komposisinya, setiap elemen dapat berfungsi dengan baik dalam perannya dan dapat bereaksi bersama.

Kata "Jamu" berasal dari bahasa Jawa kuno "Jampi" sama dengan "Usado" atau "Usada" yang berarti ramuan ajaib. Dalam buku primbon, Jamu diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan penggunaan masyarakat, sebagai berikut:

  1. Jalu usada jamu, digunakan untuk menjaga kesehatan dan kejantanan laki-laki;
  2. Wanita usada jamu, digunakan untuk menjaga kesehatan wanita, terutama reproduksi, kecantikan, dan perawatan pasca melahirkan;
  3. Rarya usada jamu, digunakan untuk anak-anak, terutama untuk infeksi cacing parasit, pilek, batuk dan diare;
  4. Triguna usada jamu, digunakan untuk orang dewasa yang menderita pilek biasa, batuk, diare, pusing, sakit kepala, sakit otot, dan lain-lain.

Menurut dr. Inggrid Tania, obat tradisional Indonesia menunjukkan pengetahuan dan kearifan lokal berdasarkan akumulasi pengetahuan dan pengalaman serta interaksi dengan budaya yang berbeda. Konsep kesehatannya menunjukkan simbiosis mutualisme antara hubungan manusia dengan alam yang tidak dapat dipisahkan.

Manifestasi alam dalam pengobatan tradisional Indonesia jelas ditunjukkan tidak hanya dalam diagnosis, tetapi juga dalam sifatnya yang holistik dan unik dibandingkan dengan pengobatan modern yang hanya berfokus pada aspek-aspek tertentu, memisahkan individu tidak hanya dari dirinya secara keseluruhan, tetapi juga dari hubungannya dengan komunitas dan alam.

Pengetahuan tentang obat tradisional Indonesia yang telah digunakan dan diuji efektivitasnya selama beberapa decade, telah melihat fokus pada hubungan yang saling berkaitan antara manusia dan alam serta penyesuaian lingkungan untuk menciptakan harmoni dan keseimbangan. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait