FGD Lintas Sektoral dan Stakeholder Pembinaan Jamu Gendong
Tanggal Posting : Sabtu, 16 Maret 2019 | 01:44
Liputan : Redaksi - Dibaca : 104 Kali
FGD Lintas Sektoral dan Stakeholder Pembinaan Jamu Gendong
Peserta FGD Lintas Sektoral dan Stakeholder Pembinaan Jamu Gendong di Sukoharjo berfoto bersama.

HerbaIndonesia.Com. BPOM bersama Pemkot Sukoharjo, dan Instansi Terkait mengadakan FGD (Focus Group Discusison) Lintas Sektoral dan Stakeholder Terkait Pembinaan Jamu Gendong di Kabupaten Sukoharjo, pada Jum’at, 8 Maret 2019, di Sukoharjo.

Sukoharjo dengan segala potensinya dapat terus dikembangkan sebagai Kota Jamu di Indonesia. Ada Pasar Jamu Nguter, ada Kampung Jamu, ada sejumlah pabrik Jamu yang sudah eksis hingga sekarang seperti PT. Gujati 59 dan masih banyak produsen Jamu lainnya, yang berlokasi di Sukoharjo. Ribuan penduduk Sukoharjo juga berkecimpung dalam rangkaian proses pembuatan Jamu.

Untuk terus meningkatkan dan mengembangkan potensi tersebut, BPOM bersama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan/Kopetasi/UMKM dan para pihak terkait di Kabupaten Sukoharjo membahas upaya-upaya peningkatan potensi tersebut di masa datang.

Jamu Gendong adalah warisan budaya bangsa dan untuk itu perlu terus dilestarikan dan dikembangkan. Untuk pembinaan Jamu Gendong di Sukoharjo, juga diajak para produsen Jamu untuk menjadi Bapak angkat.

"Pada kesempatan ini, ada tiga perusahaan yang akan menjadi Bapak angkat yaitu PT Sido Muncul, PT Borobudur, dan PT Konimex," ungkap Direktur Eksekutif Pengurus Daerah GP. Jamu Jawa Tengah, Stefanus Handoyo yang ikut FGD Lintas Sektoral dan Stakeholder Pembinaan Jamu Gendong di Sukoharjo tersebut.

Pada saat FGD, juga dibahas tentang terobosan-terobosan yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan untuk meningkatkan eksistensi Jamu di Sukoharjo. Salah satunya, adalah Bimtek untuk Jamu Gendong.

Bimtek & Pendampingan Jamu Gendong
Satu per satu- peserta Bimbingan Teknis dan Pendampingan Usaha Jamu Gendong tentang Aspek Higiene Sanitasi dan Dokumentasi yang diselenggarakan oleh BPOM di Sarilaa Hotel, di Sukoharjo, Jawa Tengah pada Senin pagi, 11 Maret 2019 berdatangan.

Sebanyak 30 Penjual Jamu Gendong mengikuti Bimtek Jamu Gendong BPOM ini. Ada lima Materi Bimtek Jamu Gendong BPOM.

Indriaty Tubagus

Bimtek Jamu Gendong di Sukoharjo ini dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, BPOM, Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc. Pada kesempatan ini, Mayagustina Andarini memberikan motivasi kepada para peserta.

"Pripun kabaripun ibu-ibu....(Bagaimana kabarnya ibu-ibu semua). Jamu Gendong itu warisan leluhur bangsa Indonesia. Jadi icon Jamu Gendong itu harus dijaga dan dilestarikan. Bagaimana membuat Jamu Gendong yang baik. Jamu harus maju...," urainya.

Dia menambahkan, Sukoharjo ini sudah memiliki potensi. Ada pasar Jamu Nguter, ada Kampung Jamu. Nah, sekarang bagaimana agar Jamu ini dapat digemari anak-anak millenial. "Perlu dibikin cafe Jamu, biar cah nom-nom (anak-anak remaja) pada suka minum Jamu," lanjutnya.

"Dengan segala potensinya, Sukoharjo ini dapat menjadi destinasi wisata jamu terbesar di Indonesia," tegasnya yang diiringi tepuk tangan meriah dari para peserta. Untuk itu, perlu juga ditata manajemen turisnya bagaimana.

Pemerintah sudah memulai dengan membudayakan minum Jamu Bersama di berbagai kesempatan, hotel-hotel di berbagai wilayah Indonesia juga sudah menyuguhkan Jamu sebagai Welcome Drink. "Jamu perlu dipromosikan di Eropa...Jamu Village..Pasar Jamu Indonesia," pungkasnya.

Usai Pre Test, dan mendapat motivasi dari Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, BPOM, Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc., peserta akan mendapatkan pembekalan lima materi.

Materi pertama bertema: Pengawasan Penggunaan Obat Tradisional pada Usaha Jamu Gendong, dibawakan oleh Kepala LOKA POM, Kota Surakarta, Bagus Heri Purnomo, S.Si, Apt.

Dialanjutkan presentasi Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, BPOM, Dra. Indriaty Tubagus, Apt, M.Kes.

Melihat antusiasme peserta, rupanya juga menular kepada Indriaty Tubagus saat menyajikan materi kepada peserta, dengan penuh semangat.

"Ibu-ibu, materi saya ini, sudah ada di Buku yang dibagikan oleh panitia. Ibu-ibu boleh bukunya dicorat-coret, sehingga memudah nanti saat dibaca di rumah. Silahkan jika ingin menulis, menambahkan penjelasan, buku materi Bimteknya digunakan," ujarnya mengingatkan peserta.

Untuk memudahkan peserta, seluruh materi pembicara, dicetak dalam bentuk Buku berwarna yang diharapkan semakin mudah dipahami oleh para Penjual Jamu Gendong yang mengikuti Bimtek.

Indriaty Tubagus menjelaskan bahwa usaha jamu gendong adalah usaha yang dilakukan oleh perorangan dengan menggunakan bahan obat tradisional dalam bentuk cairan yang dibuat segar dengan tujuan untuk dijajakan langsung kepada konsumen.

Usaha Jamu Gendong tidak memerlukan izin edar. Ini mengacu pada Permenkes 007 Tahun 2012 Tentang Registrasi Obat Tradisional.

Peran penting Jamu Gendong di Indonesia memiliki beberapa aspek. Aspek Ekonomi: Penjual Jamu Gendong merupakan usaha kecil mandiri dengan modal kecil namun jumlahya sangat besar. Data MURI tahun 2012, jumlah wanita penjual Jamu, minimal 50.000 penjual.

Aspek Kesehatan: Berfungsi menjaga kesehatan tubuh agar tetap bugar. Di jual dalam bentuk segar dan tidak menggunakan bahan pengawet.

Aspek Budaya: Jamu menjadi kekayaan Indonesia sejak dulu. Pejual Jamu Gendong berperan penting dalam menjaga warisan buadaya bangsa. Aspek kesetaraan Gender: Penjual Jamu Gendong sebanyak 85% adalah peremuan. Aspek Sosial: dapat membantu menyekolahkan anak.

Program pemerintah terkait Jamu: Jamu Brand Indonesia, Roadmap Pengembangan Jamu 2011-2025, Peyerahan Sertifikat CPOTB Bertahap, Herbal Indonesia Expo, dan Gerakkan Minum Jamu Bersama.

Pada kesempatan ini, Indriaty Tubagus juga mengingatkan, agar penjual Jamu Gendong tidak mencampur Jamu racikannya dengan bahan BKO.

Berikut ini, AGENDA Bimbingan Teknis dan Pendampingan kepada Usaha Jamu Gendong tentang Aspek Higiene Sanitasi dan Dokumentasi

Kegiatan Hari Senin, 11 Maret 2019

  • Pre Test Peserta
  • Materi: Penanganan Bahan Baku untuk Meningkatkan Mutu Jamu oleh Direktur Pengawasan OT dan SK, BPOM, Dra. Indriaty Tubagus, Apt., M.Kes.
  • Materi: Peningkatan Daya Saing Jamu melalui Media Online oleh Drs. Karyanto, MM, Founder Jamu Digital.
  • Materi: Pengawasan Penggunaan Obat Tradisional pada Usaha Jamu Gendong oleh Kepala Loka, Kota Surakarta
  • Materi: Higiene dan Sanitasi oleh Kasubdit Pengawasan Informasi dan Promosi OT dan SK
  • Materi: Dokumentasi oleh Kasie Pengawasan Promosi OT dan SK, BPOM.
  • Post Test Peserta dan Diskusi.

Kegiatan Hari Selasa, 12 Maret 2019

  • Praktek Kerja Lapangan (Pabrik Konimex, Pabrik Borobudur, Pabrik Sido Muncul)
  • Diskusi hasil Praktek Kerja Lapangan
  • Post test. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait