Edukasi Jamu untuk Generasi Millenial, Siswa SMA Plus YPHB Bogor
Tanggal Posting : Rabu, 26 Desember 2018 | 06:46
Liputan : Redaksi - Dibaca : 189 Kali
Edukasi Jamu untuk Generasi Millenial, Siswa SMA Plus YPHB Bogor
dr. Inggrid Tania, M.Si. ditengah-tengah siswa yang mengikuti seminar Pemanfaatan Herbal-Jamu untuk Remaja, di Bogor.

HerbaIndonesia.Com. Di tengah arus globalisasi ini, edukasi tentang manfaat Jamu untuk kesehatan memang harus terus dilakukan. Perubahan gaya hidup generasi millennial yang ingin serba instan, memerlukan pendekatan tersendiri di dalam melakukan edukasi tentang Jamu.

Adalah Mahasiswa Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor- melalui organisasi SAMAGA BRAHMA WISATA mengadakan "Wisata Kesehatan", dengan mengadakan seminar kesehatan, diantaranya bertema Pemanfaatan Jamu untuk kesehatan.

Acara yang digelar di Aula SMA PLUS YPHB BOGOR pada 5 Desember 2018 ini, menampilkan pembicara dr. Inggrid Tania, M.Si Herbal dengan tema "Pemanfaatan Herbal/Jamu untuk Remaja", dan Muhammad Basir, CHt.CI IBH, Indonesian Board of Hypnotherapy, dengan tema "Hypnotherapy untuk berhenti merokok".

Pada awal makalahnya, dr. Inggrid Tania, M.Si. memaparkan tentang Remaja dan Karakteristik Fisiologis Remaja. Remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 hingga 19 tahun (WHO), Penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun (Peraturan Menteri Kesehatan RI No.25/2014, Penduduk dalam rentang usia 10-24 tahun dan belum menikah (BKKBN), merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa.

Sedangkan karakteristik fisiologis Remaja, terjadi perubahan fisik dan seksual yang signifikan (faktor hormonal), ketertarikan seksual terhadap lawan jenis cukup besar & dorongan seksual juga berkembang. Beradaptasi dengan perubahan tubuhnya. Akuisisi kemampuan (skill) untuk kehidupan masa dewasa. Kemandirian sosial dan ekonomi. Membangun identitas. Belajar menerima perbedaan dengan individu lain, baik fisik maupun ideologi. Kemampuan bernegosiasi.

Jamu Warisan Budaya Indonesia
Dr. Inggrid Tania, M.Si- Ketua II Asosiasi Dokter Saintifikasi Jamu Indonesia (ADSJI) ini, selanjutnya menjelaskan tentang Jamu atau obat tradisional Indonesia. Dijelaskan bahwa Jamu adalah warisan budaya yang turun-temurun, sudah lama dikenal dan digunakan secara luas, Untuk pemeliharaan kesehatan (promotif), kebugaran/vitalitas (promotif), pencegahan penyakit (preventif), Pengobatan penyakit tertentu (kuratif), pemulihan kesehatan setelah melahirkan atau sembuh dari sakit (rehabilitatif), dan kecantikan.

Masalah Kesehatan yang umum terjadi pada Remaja, disebutkan antara lain: Anemia, Obesitas, Stunting, Nyeri haid, Jerawat, Insomnia, Gangguan mata, Gangguan cemas, Gangguan kesehatan akibat merokok, Penyakit akibat seks bebas.

Pada kesempatan ini, dr. Inggrid Tania, M.Si juga banyak membagikan sejumah racikan Jamu yang dapat dikonsumsi oleh para remaja. Misalnya, ramuan untuk Meredakan Batuk. Batuk merupakan reflek tubuh untuk membersihkan jalan nafas, dari sesuatu yang mengganggu akibat adanya sumbatan jalan nafas bagian bawah oleh penumpukan lendir/dahak.

Bahan Ramuan: Rimpang kencur 2 jari, Air matang hangat 3⁄4 cangkir. Cara pembuatan: Kencur dikupas dan diparut (parutannya dialasi daun pisang), tambahkan air 3⁄4 cangkir lalu diperas dan disaring dengan menggunakan kain bersih/saringan teh.

Racikan Jamu untuk Mengatasi Kram Otot. Kram otot/pegal linu tungkai bawah ditandai dengan ketegangan otot disertai rasa nyeri. Bahan Ramuan: Daun landep ½ genggam, Kapur sirih ½ sendok teh, Air matang 2 sendok makan. Cara pembuatan: Daun landep dari jenis berbunga kuning ditum buk halus dengan kapur sirih, tambahkan air dan aduk sampai rata.

Cara pemakaian: Dilumurkan di bagian yang sakit 2 kali sehari. Perhatian: Hindari pemakaian pada kulit yang peka. Keterangan: Ramuan ini hanya digunakan untuk dewasa. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait