Dr.dr.Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes,MH.Kes., Satelit Obat Tradisional di Rumah Sakit (Bag.2-Habis)
Tanggal Posting : Selasa, 22 Mei 2018 | 06:31
Liputan : Redaksi - Dibaca : 280 Kali
Dr.dr.Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes,MH.Kes., Satelit Obat Tradisional di Rumah Sakit (Bag.2-Habis)
Pencanangan Daerah Binaan TOGA oleh Pengurus IDI Cabang Jakarta Timur, Minggu, 20 Mei 2018, di Kelurahan Cilangkap, Jakarta Timur.

HerbaIndonesia.Com. Pemerintah Indonesia kini tengah intensif menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk herbal Indonesia, agar semakin berkembang, misalnya dapat digunakan di rumah sakit. Kini Kemenkes RI. sedang menggodog rencana membuat satelit obat tradisional di sejumlah rumah sakit.

Demikian dijelaskan Dr. dr. Ina Rosalina. Sp.A (K), M.Kes., MHKes., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI. dalam wawancara khusus dengan Redaksi HerbaIndonesia.Com. disela-sela ’Pencanangan Daerah Binaan TOGA’, pada Minggu sore, 20 Mei 2018, di Kantor Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Kegiatan yang dilakukan Pengurus IDI Cabang Jakarta Timur ini, dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) Ikatan Dokter indonesia ke-110.

Turut hadir pada acara tersebut antara lain: Ketua IDI Cabang Jakarta Timur, Dr. Fauzy Masjhur, MKes., dan Wakil Ketua IDI Cabang Jakarta Timur, Dr. Aldrin Neilwan Panca Putra, Sp. Ak.

Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, dalam bukunya berjudul ’Jamu & Kesehatan’ Jilid 2, menyebutkan bahwa: Pengembangan jamu dan tanaman obat berjalan seiring dengan Pemanfaatan taman obat keluarga (TOGA).

Akan sangat baik sekali bila seluruh lapisan masyarakat dan semua pihak terkait untuk menghidupkan kembali kegiatan Taman Obat Keluarga atau TOGA, dimana kini dilengkapi penyuluhan oleh jajaran kesehatan. Utamanya tentang cara memanfaatkan tumbuhan obat yang baik dan benar - guna pemeliharaan kesehatan, kebugaran, dan pengobatan terhadap penyakit sehari-hari yang mungkin.

Herbal Indonesia di Pelayanan Kesehatan Formal
Gerakan mengembangkan herbal Indonesia, agar terus meningkat, mengingat potensi sumber alam bahan tanaman obat di Indonesia yang luar biasa besarnya, kini semakin intensif dilakukan pemerintah bersama dengan stakeholders terkait.

Belum lama ini, Badan POM RI. telah melakukan Focus Group Discussion (FGD), ‘Percepatan Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Fitofarmaka’, Kamis, 12 April 2018, di Jakarta. Dan Focus Group Discussion (FGD), ‘Pengembangan UMKM Obat Tradisional’, pada Senin, 30 April 2018, di Jakarta.

Hari, Senin 21 Mei 2018, direncanakan ada pertemuan yang secara khusus yang membahas tentang Rumah Sakit Satelit Obat Tradisional yang diadakan di Jakarta. Sebuah langkah strategis, yang harus diapresiasi.

Berikut ini, hasil wawancara khusus Redaksi HerbaIndonesia.Com dengan Dr. dr. Ina Rosalina. Sp.A (K), M.Kes., MHKes., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI. (Bag. 2):

Redaksi: Apakah herbal Indonesia dapat digunakan di rumah sakit?

Dr. dr. Ina Rosalina. Sp.A (K), M.Kes., MHKes.: Harusnya bisa, karena hal tersebut terdapat dalam Permenkes Nomor 37 Tahun 2017, yang isinya tentang integrasi kesehatan tradisional di pelayanan Jaminan Kesehatan yang berada di Rumah Sakit atau Puskesmas.

Kita berencana membuat Satelit Obat Tradisional di Rumah Sakit. Obat tradisional apa saja yang masuk? Yaitu obat tradisioanal yang sudah teruji dan terregistrasi.

Seperti obat Fitofarmaka yang sudah terregristrasi. Karena kan banyak juga, yang masyarakat sudah beli sendiri obat-obat tersebut. Seharusnya sih obat-obat tersebut, dapat masuk juga ke dalam rumah sakit. Dan di rumah sakit tersebut sudah dikembangkan sistem obat tradisional.

Seperti contoh di rumah sakit, dokter menyuruh pasien dalam meningkatkan asinya dengan mengunakan daun katuk.

Adapun daun katuk tersebut, ada yang sudah diramu, dan juga ada yang berbentuk pil. Sediaan pil tersebut, sudah ada di apotek. Atau untuk masalah kesehatan hati, yaitu temulawak, dan itu juga sudah ada yang berbentuk kapsulnya.

Redaksi : Apakah ada rumah sakit yang akan menggunakan obat herbal?

Dr. dr. Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes, MH.Kes.: Karena kami dari Kementrian Kesehatan, ada surat penunjukan dari Dirjen untuk menjadikan rumah sakit percontohan.

Misalnya, tiga rumah sakit yang menjadi percontohan (Rumah Sakit Satelit Obat Tradisional). Rencana kami, hari Senin (21 Mei 2018) kami, akan mengumpulkan 30 rumah sakit untuk membahas hal tersebut.

Simak perkembangan berita tentang ’Rumah Sakit Satelit Obat Tradisional’ hanya di media online khusus herbal www.herba-indonesia.com. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait