Dr.dr.Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes,MH.Kes., Satelit Obat Tradisional di Rumah Sakit (Bag.1)
Tanggal Posting : Senin, 21 Mei 2018 | 09:01
Liputan : Redaksi - Dibaca : 418 Kali
Dr.dr.Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes,MH.Kes., Satelit Obat Tradisional di Rumah Sakit (Bag.1)
Dr.dr.Ina Rosalina, Sp.A(K), M.Kes,MH.Kes., dan Pengurus IDI Cabang Jakarta Timur pada Pencanangan Daerah Binaan TOGA, di Jakarta Timur, Minggu, 20 Mei 2018

HerbalIndonesia.Com. Pemerintah Indonesia kini tengah intensif menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk herbal Indonesia, agar semakin berkembang, misalnya dapat digunakan di rumah sakit. Kini Kemenkes RI. sedang menggodog rencana membuat satelit obat tradisional di sejumlah rumah sakit.

Demikian dijelaskan Dr. dr. Ina Rosalina. Sp.A (K), M.Kes., MHKes., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI. dalam wawancara khusus dengan Redaksi HerbaIndonesia.Com. disela-sela ’Pencanangan Daerah Binaan TOGA’, pada Minggu sore, 20 Mei 2018, di Kantor Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Kegiatan yang dilakukan Pengurus IDI Cabang Jakarta Timur ini, dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) Ikatan Dokter indonesia ke-110. Turut hadir pada acara tersebut antara lain: Ketua IDI Cabang Jakarta Timur, Dr. Fauzy Masjhur, MKes., dan Wakil Ketua IDI Cabang Jakarta Timur, Dr. Aldrin Neilwan Panca Putra, Sp. Ak.

Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, dalam bukunya berjudul ’Jamu & Kesehatan’ Jilid 2, menyebutkan bahwa: Pengembangan jamu dan tanaman obat berjalan seiring dengan Pemanfaatan taman obat keluarga (TOGA).

Akan sangat baik sekali bila seluruh lapisan masyarakat dan semua pihak terkait untuk menghidupkan kembali kegiatan Taman Obat Keluarga atau TOGA, dimana kini dilengkapi penyuluhan oleh jajaran kesehatan. Utamanya tentang cara memanfaatkan tumbuhan obat yang baik dan benar - guna pemeliharaan kesehatan, kebugaran, dan pengobatan terhadap penyakit sehari-hari yang mungkin.

Herbal Indonesia di Pelayanan Kesehatan Formal
Gerakan mengembangkan herbal Indonesia, agar terus meningkat, mengingat potensi sumber alam bahan tanaman obat di Indonesia yang luar biasa besarnya, kini semakin intensif dilakukan pemerintah bersama dengan stakeholders terkait.

Belum lama ini, Badan POM RI. telah melakukan FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD, ‘Percepatan Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Fitofarmaka’, Kamis, 12 April 2018, di Jakarta. Dan Focus Group Discussion (FGD) ‘Pengembangan UMKM Obat Tradisional’, pada Senin, 30 April 2018, di Jakarta.

Hari ini, Senin 21 Mei 2018, direncanakan ada pertemuan yang secara khusus yang membahas tentang Rumah Sakit Satelit Obat Tradisional yang diadakan di Jakarta. Sebuah langkah strategis, yang harus diapresiasi.

Berikut ini, hasil wawancara khusus Redaksi HerbaIndonesia.Com dengan Dr. dr. Ina Rosalina. Sp.A (K), M.Kes., MHKes., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI. (Bag. 1):

Di Kementrian Kesehatan RI. itu ada Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional, yang meliputi atau melingkupi pelayanan kesehatam tradisional empiris. Seperti pijat, akupuntur, jamu dan ramuan-ramuan. Disitu ada program kita terhadap masyarakat, agar masyarakat itu mengembangkannya.

Namanya Asuhan Mandiri, kalau yang lainnya namanya komplementer dan integrasi. Karena masyarakat disini harus diangkat (diberdayakan-Red.), karena di Indonesia itu banyak tanaman-tanaman khas di masing-masing daerah.

Yang mana di setiap daerah dapat mengembangkan kearifan lokal yang harus kita kembangkan bersama. Karena budaya tradisional itu kan kekayaan bangsa yang harus kita lestarikan, salah satunya adalah tanaman obat.

Jadi kita langsung turun kepada masyarakat dengan cara memberikan pelatihan, bagaimana cara menanam, memanen, mengemas, meramu dengan benar, agar masyarakat bisa menggunakanya secara baik. Tentunya, supaya tidak berbahaya untuk kesehatan dan dapat untuk meningkatkan kesehatan tubuh mereka.

Di lapangan, masyarakat kan sudah mengkonsumsi jamu. Kita di Kementrian ataupun di Lembaga, selalu membudayakan minum jamu. Dan juga sekarang mulai mengajak para dokter. Sehinga juga dalam melibatkan dokter, sehingga dokter itu mengerti, bahwa ramuan herbal atau jamu itu sangat baik untuk kesehatan.

Karena jika dijelaskan oleh dokter,  yang memiliki ilmu kesehatan, maka proses edukasi akan lebih mudah. Makanya, saya dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) mengadakan kerjasama, agar prosesnya menjadi lebih baik.

Kapan herbal Indonesia dapat digunakan di rumah sakit-rumah sakit? Simak wawancara khusus tentang hal ini, hanya di media online khusus herbal www.herba-indonesia.com. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait