Diskusi Lintas Generasi: Triple Helix- Community and New Wave Media
Tanggal Posting : Jumat, 5 Oktober 2018 | 08:39
Liputan : Artikel: Karyanto, Founder JamuDigital.Com - Dibaca : 19 Kali
Diskusi Lintas Generasi: Triple Helix- Community and New Wave Media
Foto dari kiri ke kanan: Nurdiniati Hofifah, Yogaswara Tawang Gumbara, Karyanto (Founder JamuDigital.Com), Citra Kurnia Solihat

HerbaIndonesia.Com Sinergitas seluruh stakesholders adalah kunci memajukan Jamu Indonesia. Menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan berjaya di manca negara. Bersatulah meneguhkan konsep Triple Helix- Community and New Wave Media.

Semua potensi benang-benang harus dirajut, agar menjadi kain bendera yang kokoh berkibar, tahan di hantam terjangan angin menyambar.

Keuggulan komparatif Jamu/obat herbal, harus dikembangkan dan kelola untuk memenuhi persyaratan dasar, sehingga mampu menjawab tuntutan zaman. Persyaratan dasar itu, adalah memenuhi aspek: Kelayakan pakai secara iptek (scientific and technologically viable), Kelayakan secara ekonomis (economically feasible), dan Diterima masyarakat, termasuk oleh profesi di bidang kesehatan (socially acceptable).

Artilel saya hari ini, terinspirasi dari kisah sederhana di bawah ini.

Sekitar dua pekan lalu, ada seorang apoteker muda alumni Farmasi UGM mengirim pesan WA ke saya. Dia bilang, memperoleh nomor HP saya dari Prof. Edy Meiyanto, Apt. Guru Besar Fakultas Farmasi UGM. Prof Edy Meiyanto adalah teman satu angkatan saya, saat kuliah di Farmasi UGM (1981).

Apoteker muda itu, bernama Citra Kurnia Solihat, dia bilang di WA-nya tertarik belajar Komunikasi. Itu passion dia, katanya. Wow, asyik juga nih, ...ada apoteker yang ingin mendalami ilmu komunikasi.

Singkat cerita, kami bikin jadwal bertemu. Ternyata Citra tidak sendirian, dia mengajak Yogaswara Tawang Gumbara dan Nurdiniati Hofifah. Mereka bertiga apoteker UGM angkatan 2011.

Kami berempat bertemu pada Minggu malam, pukul 18.20 WIB, 23 September 2018, di Kawasan Margonda Depok, Jawa Barat. Saya merasa muda kembali..sepanjang hampir 3 jam berdiskusi.

Karena asyik ngobrol sesama aktifis mahasiswa, dan bahkan diantara mereka, ada yang aktif di pers mahasiswa. Energi saya tersulut. Mengenang saat jadi aktifis pers mahasiswa UGM tahun 1983-an di era orde baru itu.

Setelah saling mengenal diantara kami, diskusi saya arahkan untuk lebih fokus tentang Jamu. Lantas mereka bercerita, sudah beberapa kali bikin event untuk edukasi masyarakat tentang Jamu. Mereka juga sudah menggunakan medsos untuk berbagai ilmu tentang Jamu. Mereka juga ingin punya media online yang kredibel tentang Jamu. Nah......ini dia, saya ketemu partner yang ingin menjadikan media sebagai salah satu daya dorong untuk mengibarkan Jamu.

Karena saya memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun jadi wartawan, dan 15 tahun di sektor farmasi- yang puluhan tahun menghandle komunikasi perusahaan, maka sudah dapat dipastikan, kontribusi yang saya usung adalah melalui bidang komunikasi.

Meneguhkan Sinergitas

Saya yakin, sebagian besar pembaca sudah sangat paham dengan Konsep Triple Helix Academic-Business-Government, yang populer dengan istilah Konsep ABG. Konsep ini lazim digunakan dalam pembuatan kebijakan publik.

Seiring dengan berjalannya waktu, konsep tersebut berevolusi menjadi ABG-C (Community). Penambahan peran komunitas, memang sebuah keharusan. Kesertaan Komunitas akan menjadi salah satu variabel penting dalam kebijakan publik.

Konsep ini sudah sangat baik. Namun, menurut saya, perlu dilengkapi dengan dukungan Media. Ya, new wave media, karena kini eranya digital.

Mengapa media penting, apa lagi media digital- media online dan media sosial, kini menjadi kebutuhan pokok denyut nadi kehidupan manusia.

Untuk itu, dalam mengkomunikasi Jamu Indonesia, kini harus tampil renyah di media generasi milenial. Tidak hanya untuk mendapatkan informasi, tetapi juga ketika bertransaksi harus berbasis digital.

Media selain mendeliver konten isu positif, juga sebagai clearing house untuk menangkal isu negatif tetang Jamu. Social engineering juga perlu dilakukan untuk merekayasa dalam arti positif, agar publik gemar minum Jamu. Minum Jamu sebagai life style.

Untuk alasan di atas, saya meluncurkan Jamu Digital sebagai media online dan marketpalce Jamu. Untuk menyokong brand Jamu Indonesia dan sekaligus memperluas akses pasar Jamu di era digital melalui marketplace.

Mobile App. Jamu Digital adalah platform marketplace berbasis Android dan IOS untuk memperluas akses pasar Jamu Indonesia dengan memanfaatkan teknologi internet.

Visi Jamu Digital: Memperluas akses pasar & brand Jamu/Herbal Indonesia dengan memanfaatkan teknologi internet agar mampu bersaing di era digital.

Misi Jamu Digital: Menjadi MEDIA ONLINE rujukan tentang Jamu/Herbal, Menjadi PLATFORM MARKETPLACE ONLINE Jamu/Herbal terpercaya, Membudayakan minum Jamu/Herbal sebagai HEALTHY LIFE STYLE, Mengkampanyekan Jamu sebagai INDONESIA HERITAGE.

Tujuan Jamu Digital: Meningkatkan akses pasar Jamu/Herbal dengan mobile applications, Mengelola media online & media sosial Jamu/Herbal untuk branding, Menumbuhkan minat enterpreneur bisnis Jamu/Herbal.

Sebagai media online, Jamu Digital tentunya juga berfungsi sebagai media promosi kesehatan. Kunci kesuksesan promosi kesehatan adalah diukur dari, apakah: Masyarakat mau (willingness) untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, Masyarakat mampu (ability) untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, Masyarakat mampu memberdayakan (Enable) kesehatannya?

Menyusun Kajian Jamu

Malam makin larut, nostalgia saya akan suasana diskusi di kampus 30 tahun lalu- yang malam itu kami gelar di Depok, harus segera diakhiri. Tiga apoteker muda itu, besok pagi harus menjalani rutinitas di lembaganya masing-masing untuk berkarya.

Namun, kami berempat sepakat bulat untuk membuat kajian. Kajian itu diharapkan menjadi spirit baru atas keterlibatan apoteker milenial yang memiliki mindset memajukan Jamu.

Kami berempat mulai menetapkan topik kajian, mekanisme bagaimana mengeksekusi gagasan, dan target time line yang disepakati.

Itulah hasil oleh-oleh reuni kecil mantan aktifis kampus mahasiswa farmasi, yang peduli melestarikan dan mengembangkan Jamu.

*Karyanto, Founder JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait