Diare Berkurang dengan Daun Harendong
Tanggal Posting : Rabu, 6 Februari 2019 | 09:31
Liputan : Redaksi - Dibaca : 144 Kali
Diare Berkurang dengan Daun Harendong
Bunga Harendong (Melastoma polyanthum BI.)

HerbaIndonesia.Com. Diare adalah peningkatan pengeluaran feses lebih dari tiga kali sehari dan konsistensi feses menjadi encer atau cair.

Diare dapat dihubungkan dengan penyakit spesifik dalam usus halus seperti disentri basiler dan penyakit di luar usus halus seperti diabetes yang menyebabkan episode diare neuropati.

Diare dapat dibedakan dalam diare akut (contohnya akibat infeksi) dan diare kronis (diare akibat diabetes).

Mencret dapat di sebabkan oleh amoeba, bakteri (Salmonella typhi, Shigella dysentrie, Vibrio cholerae, Campylobacter, Staphylococcus dan Escherichia coli) dan virus kelompok Norwalk dan rotavirus. Disamping itu mencret dapat disebabkan oleh makanan dan intoleransi susu.

Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, mual dan muntah, sakit kepala, menggigil dan tidak enak badan. Gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung dan perut.

Pada mencret yang berkepanjangan dapat terjadi penurunan berat badan, tidak ada nafsu makan dan lesu.

Terapi pada 24 jam pertama adalah dengan banyak minum cairan elektrolit sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang, sehingga dehidrasi dapat dihindarkan.

Pada 24 jam selanjutnya dapat mengkonsumsi makanan lunak seperti sereal yang dimasak, roti atau biskuit.

Tinjauan ilmiah dari ekstrak akar harendong menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap semua mikroorganisme (Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 35218, Bacillus cereus ATCC 14579 dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853).

Menunjukkan aktivitas yang lebih baik dibandingkan ekstrak daun harendong yang hanya efektif terhadap S. aureus, C. albicans dan B. cereus.Beberapa mikroba tersebut merupakan penyebab penyakit mencret.

Penelitian lain menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan aseton dari daun harendong memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri E. coli, Streptococcus sp. dan Staphylococcus aureus.

Zona hambatan maksimum terhadap bakteri E.coli untuk ekstrak metanol dan aseton adalah 11,4 dan 9,36 mm.

Ramuan:

  • Daun harendong 6 lembar
  • Air 2 gelas

Cara pembuatan:

  • Ramuan direbus dengan 2 gelas air sehingga menjadi 1 gelas

Cara pemakaian:

  • Diminum 2 kali sehari 1 gelas atau dikunyah langsung (Sumber: Badan POM RI., "Dokumentasi Ramuan Etnomedisin Obat Asli Indonesia", BPOM RI. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen Direktorat Obat Asli Indonesia: Jakarta, 2013, hal. 21) Redaksi HerbaIndonesia.Com

 


Kolom Komentar
Berita Terkait