Dialog Interaktif: Harmonisasi PP 103/2014 dalam Pelayanan Kesehatan Tradisional Indonesia
Tanggal Posting : Senin, 7 Januari 2019 | 06:31
Liputan : Redaksi - Dibaca : 64 Kali
Dialog Interaktif: Harmonisasi PP 103/2014 dalam Pelayanan Kesehatan Tradisional Indonesia
Ketua Panitia Dialog Interaktif, Erna Setiyawati, SE.S.Ag.Kes. menyampaikan laporan kegiatan.

HerbaIndonesia.Com. Komunitas Sahabat Daun Mas, hari ini- Kamis, 27 Desember 2018 di Hotel Amarossa Grande Bekasi, Jawa Barat mengadakan Dialog Interaktif Bersama Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes RI. dengan tema: Harmonisasi PP 103 Tahun 2014 Dalam Pelayanan Kesehatan Tradisional Indonesia.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan do’a bersama, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Laporan Ketua Panitia, Erna Setiyawati, SE., S.Ag.Kes- yang juga Pimpinan Daun Mas.

Kegiatan ini, sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi para Pengurus Organisasi Profesi Pengobatan Tradisional Indonesia 2018 yang digelar di Bekasi, Jawa Barat pada 3 Desember 2018, sebagai upaya untuk menginventarisasi berbagai problematika di masing-masing profesi pengobatan tardisional, yang mana kelak akan disampaikan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Rapat Konsolidasi Organisasi Profesi Pengobatan Tradisional tersebut sebagai tindak lanjut dari diskusi ringan di WAG Komunitas Pengobatan Tradisional SDM (Sahabat Daun Mas) dan WAG Djamoe Indonesia, yang kemudian diperluas dengan melibatkan berbagai organisasi profesi pengobatan tradisional yang ada.

Pembukaan

Foto: Kasubdit Yankestrad Integrasi Kemenkes RI., Dr. Gita Swisari, MKM. saat memaparkan presentasinya.

Pertemuan ini sangat penting, karena masing-masing organisasi profesi pengobatan tradisional memiliki beragam permasalahan yang akan lebih efisien jika diinventarisasikan bersama, kemudian dicarikan solusi terbaik, agar pengobatan tradisional di Indonesia dapat berkembang untuk mendukung pembangunan kesehatan nasional.

Diharapkan tercipta harmonisasi antara pengobatan tradisional dan pengobatan konvensional sebagai upaya tindakan preventif dan promotif, sehingga dapat menekan biaya pengobatan masyarakat.

Di era AFTA, maka para praktisi pengobatan tradisional dan konvensional dari berbagai negara akan hadir di Indonesia, sehingga diperlukan harmonisasi dari para praktisi pengobatan tradisional dan konvensional di Indonesia agar mampu bersaing di era AFTA. Demikian Erna Setiyawati dalam sambutannya.

Kegiatan ini dihadiri, 60 peserta. Terdiri dari para dokter, praktisi pengobatan tradisional, dan para pejabat terkait.

Sahabat Daun Mas (SDM) adalah suatu komunitas para pelaku di bidang kesehatan yang terdiri dari praktisi penyehat tradisional, dokter, apoteker, peneliti, mahasiswa, guru, pengusaha dan pelaku kesehatan lainnya yang tergabung dalam organisasi profesi bidang kesehatan.

Pembukaan Dialog Interaktif ini dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi- yang diwakilkan kepada Drg. Rina Oktaviana, Mars., Kepala Yankes, Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Acara diteruskan dengan Pemaparan PP 103 Tahun 2014 oleh Dr. dr. Ina Rosalina. Sp.A (K), M. Kes., MH.Kes., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI. yang diwakilkan kepada Kasubdit Yankestrad Integrasi Kemenkes RI., Dr. Gita Swisari, MKM.

Sedangkan pembacaan Masukan Organisasi Profesi tentang PP 103/2014: Pelayanan Kesehatan Tradisional dibacakan oleh M.Wuryaning Setiyawati, S.Ag.Kes. Pada kesempatan ini, juga dilakukan Pembentukan Forum Komunikasi Pengobat Tradisional Indonesia.

Kegiatan ini didukung oleh Daun Mas, Mahkota Dewa, Vermindo Internasional, Martina Berto.

Nantikan berita Dialog Interaktif: Harmonisasi PP 103/2014 dalam Pelayanan Kesehatan Tradisional Indonesia hanya di JamuDigital.Com. Redaksi HerbaIndonesia.Com.

Foto: Peserta Dialog Interaktif serius menyimak pemaparan dan dialog dengan narasumber.

peserta


Kolom Komentar
Berita Terkait