Detoksifikasi Dengan Spirulina
Tanggal Posting : Minggu, 13 Mei 2018 | 06:02
Liputan : Redaksi - Dibaca : 106 Kali
Detoksifikasi Dengan Spirulina

(www.herba-indonesia.com) Berikut ini serial artikel HerbalSehat yang ditulis oleh Kontributor Ahli HerbaIndonesia.Com: Dr. Kintoko, M.Sc., Apt. Beliau adalah Peneliti Herbal Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta; Kepala Sentra HKI UAD, Alumnus Guangxi Medical University, China. Semoga bermanfaat.

Toksikan (zat toksik) penyebab kerusakan pada protein, lemak dan asam nukleat (DNA) tubuh kita dapat berasal dari sumber internal maupun eksternal.

Sebagai contoh, toksikan yang berasal dari internal yaitu senyawa hidrogen peroksida merupakan hasil samping dari proses oksidasi gula pada mitokondria untuk menghasilkan sumber energi.

Sedangkan toksikan eksternal dapat berasal dari radiasi ultra violet sinar matahari, polutan seperti asap kendaraan, rokok dll, bahan tambahan makanan seperti penyedap rasa, pengawet, penguat bau, warna, dll, serta stres pikiran.

Zat toksik ini sebenarnya adalah suatu molekul reaktif dari atom oksigen disebut sebagai ROS atau reactive oxygen species, contohnya hidroksil, superoksida, peroksil, lipid peroksil, dll.

Selain itu, molekul reaktif bisa dari atom nitrogen disebut sebagai RNS atau reactive nitrogen species, contohnya peroksinitrat, anion nitroksil, nitrogen dioksida, dinitrogen trioksida, dll.

Kebanyakan dari zat toksik ini dalam bentuk atom yang mengandung 1 atau lebih elektron tidak berpasangan (unpaired electron) sehingga disebut radikal bebas.

Radikal bebas ini menyebabkan stres oksidatif pada sel, merusak jaringan dan organ tubuh sehingga menimbulkan berbagai penyakit seperti katarak, serangan jantung, dermatitis, gagal ginjal, rheumatoid, asma, stroke, gangguan sistem imun, hipertensi, diabetes, kanker dll.

Bagian yang dirusak oleh radikal bebas adalah protein, lemak dan DNA. Tingkat kerusakan protein oleh radikal bebas ditandai dengan mengukur kadar serum ditirosin dan 3-nitrotirosin.

Sedangkan kerusakan lemak ditentukan melalui pengukuran kadar serum malondialdehid dan 4-hidroksi-2-nonenal, dan rusaknya DNA diukur berdasarkan kadar serum 4-hidroksil, 2-deoksiguonosin.

Detoksifikasi merupakan bentuk homeostasis yang diartikan sebagai upaya tubuh untuk meniadakan stress oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas dan mengembalikannya pada kondisi normal.

Salah satu mekanismenya melalui antioksidan, baik antioksidan yang bersifat enzimatik seperti catalase, superoksid dismutase, glutation peroksidase, maupun antioksidan non enzimatik seperti vitamin A, vitamin E, melatonin, karoten, polifenol, dll.

Detoksifikasi menggunakan antioksidan dilakukan dengan mencegah pembentukan radikal bebas, menangkap molekul reaktif dan atau memperbaiki molekul yang teroksidasi menjadi molekul netral.

Salah satu organisme aquakultur yang berpotensi untuk detoksifikasi adalah spirulina. Menurut Capelli (2010) dalam Jurnal NutraFood, spirulina mengandung beta karoten 3100% lebih banyak dibandingkan dalam wortel.

Selain itu, spirulina mengandung senyawa antioksidan dari kelompok vitamin seperti vitamin A dan vitamin E, masing-masing sebesar 375.000 IU dan 7 IU.

Juga antioksidan kelompok pigmen seperti zeaxantin dan C-fikosianin berturut- turut sebanyak 300 mg dan 8000 mg tiap 100 gram. Fikosianin mendetoksifikasi zat toksin dengan cara chelating.

Ajaibnya, spirulina mengandung antioksidan enzimatik superoksid dismutase (SOD) sebesar 36000 unit per 100 gram. SOD mendetoksifikasi melalui katalisis dismutasi anion superoksid dan mencegah pembentukan radikal hidroksil (Bashandy et al., 2016).

Spirulina yang dibudidayakan dalam aquakultur air tawar memiliki banyak kelebihan dibandingkan air laut.

Selain terbebas dari kontaminasi residu logam berat, spirulina air tawar mengandung kadar garam natrium lebih rendah dibandingkan dari sumber air laut. (Kontributor Ahli HerbaIndonesia.Com: Dr. Kintoko, M.Sc., Apt. Beliau Peneliti Herbal Fakultas Farmasi UAD; Kepala Sentra HKI UAD, Alumnus Guangxi Medical University, China) (Redaksi HerbaIndonesiaCom)


Kolom Komentar
Berita Terkait