Dahsyatnya Potensi Bahan Alam: Sebagai Obat, Kosmetik dan Pangan Fungsional
Tanggal Posting : Selasa, 2 Juli 2019 | 22:29
Liputan : Redaksi - Dibaca : 110 Kali
Dahsyatnya Potensi Bahan Alam: Sebagai Obat, Kosmetik dan Pangan Fungsional
Pembicara dan Peserta Seminar Potensi Bahan Alam, Sebagai Obat, Kosmetik dan Pangan Fungsional, di Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Sabtu, 29 Juni 2019.

HerbaIndonesia.Com. Fakultas Farmasi Universitas Pancasila bekerjasama dengan Perhimpunan Peneliti Bahan Obat Alam (PERHIPBA) mengadakan Seminar Nasional PERHIPBA 2019 dengan tema "Potensi Bahan Alam Sebagai Obat, Kosmetik dan Pangan Fungsional, bertempat di Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 29 Juni 2019.

Dihadiri lebih dari 100 orang peserta, diantaranya: Mahasiswa, Peneliti Bahan Obat Alam, Anggota GP Jamu Jawa Barat dan Industri Jamu/Herbal.

Narasumber yang tampil adalah sebagai berikut:

  • Prof. I Ketut Adnyana, Ph.D., Apt. (Peneliti Bidang Farmakologi, Farmasi Klinik, Institusi Teknologi Bandung (ITB)). Tema: Tantangan Peneliti untuk Menghasilkan Produk Herbal yang Lolos Uji Klinik
  • Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt. (Rektor Universitas Pancasila, Peneliti Obat Bahan Alam). Tema: Strategi Penelitian Produk Bahan Alam yang Berpotensi Bagi Pengembangan Keilmuan dan Teknologi Serta Peluang Pasar
  • Dr. rer.nat. James M Sinambela, Apt. (Principal Scientist di DLBS - PT Dexa Medica). Tema: Ekstrak Herba Medisinal Sebagai Entitas Unik Bahan Aktif Obat
  • Dra. Maya Gustina Andarini, M.Sc., Apt. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, BPOM RI.)
  • Prof. Dr. Irmanida Batubara, S.Si., M.Si. (Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika, IPB, Ketua PERHIPBA Pusat).

Prof. Dr. Irmanida Batubara, S.Si., M.Si. menjelaskan bahwa tujuan kegiatan PERHIPBA ini agar semua yang hadir dapat bersama-sama menyumbangkan saran untuk perhimpunan, lalu kita kerjakan bersama. Sepertinya PERHIPBA ini dianggap seperti mati suri, sehingga kita sangat berharap pada saat ini, di mana keberadaan PERHIPBA sejak tahun 1978, seharusnya sekarang adalah masa keemasannya.

"Karena itu kita buat kegiatan dengan tema Potensi Bahan Alam Sebagai Obat, Kosmetik dan Pangan Fungsional, untuk mengangkat kembali dan mencoba menggiatkan lagi potensi bahan alam tersebut," ungkap Irmanida Batubara saat menyampaikan sambutan.

PERHIPBA sendiri, lanjut Irmanida Batubara, awalnya perhimpunan hanya untuk peneliti saja. Tetapi tadi ada masukan dari Rektor Universitas Pancasila, kenapa kita tidak kolaborasikan saja, agar tidak hanya jadi hasil riset saja.

Berharapnya tadi adanya kebijakan, industrinya, inginnya sih disebut apakah dewan jamu, apakah obat alam Indonesia begitu sepertinya. Jadi di dewan ini, tidak hanya peneliti. Tapi memang judul PERHIPBA sendiri adalah peneliti. Dan kita ingin sebenarnya dari bahan alam Indonesia dapat juga tampil di manca negara.

Sementara itu, Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt menjelaskan bahwa kita ini selalu mengangkat bahwa Indonesia adalah negara Biodiversitas yang didalamnya terdapat banyak sekali tanaman obat. Walapun didalamnya tidak hanya untuk obat. Dapat untuk kosmetik dan pangan fungsional dari khasiat bahan tanaman. Tetapi selama ini, kita membuat obat dari bahan alam itu belum signifikan.

Seperti bisnis tanaman obat alam, yang dikembangkan kedalam sektor pariwisata. Dan untuk industri farmasi, kita yang lebih dari 60 tahun ini masih lemah sekali dalam struktur, karena bahan bakunya masih impor. Tetapi untuk mengejar itu, basis kimia murni itu sangat berat sekali. Karena industri kita belum mendukung tahap untuk kimia farmasi. Ada potensi yang bisa digarap, yaitu pemanfaatan biotech. Sehingga seminar kita ini, dapat mendapatkan ilmu mengenai teknologinya dan kebijakan apa yang dapat diambil.

"Mudah-mudahan itu menjadi program strategis pemerintah untuk ke depannya," harap Wahono Sumaryono.

Ingin tahu, paparan para pembicara yang kompeten dalam seminar nasional ini menyampaikan ide-ide segarnya? Akan ditampilkan serial, simak terus JamuDigital.Com. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait