Dahsyat, Sukoharjo Menuju Destinasi Wisata Jamu
Tanggal Posting : Selasa, 19 Maret 2019 | 01:41
Liputan : Redaksi - Dibaca : 170 Kali
Dahsyat, Sukoharjo Menuju Destinasi Wisata Jamu
Menko PMK, Puan Maharani didampingi Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito menggunting pita menandai peresmian Cafe Jamu Sukoharjo, pada Senin, 18 Maret 2019.

HerbaIndonesia.Com. Dahsyat. Sukoharjo mencatat sejarah baru dalam pengembangan Jamu di Indonesia. Kota Jamu terbesar di Indonesia ini dicanangkan sebagai destinasi wisata Jamu.

Potensi dan kearifan lokal Kabupaten Sukoharjo sebagai kota Jamu terbesar di Indonesia diharapkan dapat mendunia.

BPOM RI. bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Senin, 18 Maret 2019 di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo mencanangkan "Kabupaten Sukoharjo Menuju Destinasi Wisata Jamu Indonesia."

Pencanangan Kabupaten Sukoharjo Menuju Destinasi Wisata Jamu Indonesia dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI., Puan Maharani, bersama Kepala Badan POM RI., Penny Kusumastuti Lukito, Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah, Wardoyo Wijaya.

Disaksikan lebih dari 2.000 orang, terdiri dari komunitas Jamu/Jamu Gendong di Kabupaten Sukoharjo, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bapak Angkat UMKM Jamu Gendong, para pengusaha Jamu di Jawa Tengah, serta beberapa organisasi wanita dan komunitas masyarakat lainnya.

Pada kesempatan yang sama juga diresmikan Cafe Jamu di Pasar Jamu Nguter Sukoharjo. Ini memberikan wajah baru Pasar Jamu Nguter dengan sentuhan karakter generasi millenial.

Puan dan Cafe Jamu

Foto: Menko PMK, Puan Maharani, dan Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito meninjau Cafe Jamu Sukoharjo yang berada di Pasar Jamu Nguter, usai meresmikannya pada Senin, 18 Maret 2019.

Kepala BPOM RI. menyampaikan bahwa Kabupaten Sukoharjo dipilih sebagai destinasi wisata jamu, dikarenakan Sukoharjo memiliki aktivitas usaha jamu dari hulu ke hilir, mulai dari kebun tanaman obat herbal, UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong, serta memiliki Industri Obat Tradisional.

"Tak hanya itu, Sukoharjo juga memiliki Pasar Jamu Nguter yang merupakan sentra penjualan jamu dan bahan bakunya, yang berpotensi besar sebagai penunjang bagi pengembangan usaha jamu yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar. Selain itu, jamu dikembalikan ke tengah-tengah keluarga sebagai budaya memelihara kesehatan yang telah diwariskan secara turun temurun," ungkapnya.

Hal ini, juga dalam upaya mendukung Nawacita ke-6 dan ke-7 Presiden RI. terkait peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

BPOM RI. secara berkesinambungan melakukan pembinaan berupa pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan mutu jamu yang diproduksi oleh UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong. Tak hanya BPOM RI. sendiri, pembinaan UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan stakeholders terkait.

DoorStop

Foto: Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, didampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Mayagustina Andarini memberikan keterangan kepada media usai meresmikan Cafe Jamu Sukoharjo, Senin, 18 Maret 2019.

Menko PMK, Puan Maharani mengungkapkan hal yang sama. Puan Maharani menegaskan bahwa dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong di pasar lokal maupun global, dibutuhkan komitmen berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun berbagai elemen masyarakat untuk membantu mengembangkan UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong. Redaksi HerbaIndoneisa.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait