Booth Phapros di Megaworkshop Keperawatan, Sediakan Minum Jamu Bersama
Tanggal Posting : Kamis, 3 Januari 2019 | 08:36
Liputan : Redaksi - Dibaca : 135 Kali
Booth Phapros di Megaworkshop Keperawatan, Sediakan Minum Jamu Bersama
Foto: Tim Marketing PT.Phapros, Tbk. pada Megaworkshop Keperawatan dan Kebidanan yang diadakan RS.Pelni Jakarta, Sediakan Minum Jamu Bersama.

HerbaIndonesia.Com. Rumah Sakit Pelni Jakarta mengadakan megaworkshop Keperawatan dan Kebidanan dengan tema "Bagaimana Perawat dan Bidan Hadapi Disrupsi Digital Layanan Kesehatan" pada 15 Desember 2018, di Ballroom Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat.

Pada kesempatan tersebut PT. Phapros, Tbk. membuka stand pameran dan menyediakan Jamu yang dapat diminum oleh peserta yang berkunjung di stand pameran tersebut. Tampak peserta antre minum Jamu disela-sela workshop yang membahahas perkembangan healthcare digital ini.

Menampilkan keynote speech bertema "Masa Depan Profesi Perawat Indonesia" oleh Harif Fadhillah, SKp, SH, Mkep (Ketua PPNI Pusat) dan "Digital Disruption in Healthcare; Masa Depan Rumah Sakit Indonesia" oleh Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV(K), MPH (Direktur Utama Rumah Sakit PELNI).

Pada kesempatan tersebut PT. Phapros, Tbk ikut berpartisipasi dengan membuka stand pameran dengan menampilkan produk-produk diantaranya: HEMOROGARD, HEMAFORT, Livron B.Plex, TRAMPARA, Tablet Tambah Darah, dan TENSIGARD. Stand Phapros juga menyediakan Jamu Gendong yang dapat diminum oleh para pengunjung. Tampak peserta antre untuk mendapatkan satu gelas Jamu Gendong.

Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV (K), MPH. juga sempat berkunjung di stand PT.Phapros, Tbk. dan foto bersama sambil minum Jamu.

Jamu Gendong dan Phapros

Foto: Peserta megaworkshop tampak antusias Minum Jamu yang disediakan oleh Tim Marketing PT.Phapros, Tbk. disela-sela kegiatan workshop.

Agenda selanjutnya: Sesi Diskusi 1 (Prespektif Pengembangan Kompetensi Digital bagi Perawat/Bidan Indonesia oleh Dr. Prayetni, SKp, Mkes (Ketua HPMI Pusat). Sesi Diskusi 2 (Continuous Improvement dengan Kaizen Keperawatan) oleh Neneng Yuliawati, Skp (Kepala Divisi Keperawatan Rumah Sakit PELNI).

Current Issue in Nursing Cardiologi oleh Ns. Indah Simanjuntak, Skep (Kepala Unit CICU Rumah Sakit Jantung Jakarta). Current Issue in Onkologi Care Nursing oleh Dr. Kemala Rita, SKp.Sp.Kep.Onk.ETN, MARS (Ketua Himpunan Perawat Onkologi Indonesia RS. Cancer Darmais Jakarta).

Current Issue in Surgical al Nursing oleh Ns. Eti Hendrawati, Skep, MKes HIPKABI. Current Issue in Nursing Perinatology oleh Ns. Nurhayati, Mkep, Sp.Anak (Kepala Ruangan Penitalogi RS Ibu dan Anak Harapan Kita Jakarta).

Sesi Kaizen. Kaizen digitalisasi pada layanan emergency dan kamar bedah oleh Ns. Irma Rahmawati, Skep (Kepala Ruangan IGD RS PELNI). Kaizen digitalisasi di Kebidanan oleh Bd. Suharti, SSIT (Kepala Ruangan Kebidanan RS PELNI). Kaizen digitalisasi Manajemen Keperawatan oleh Neneng Yuliawati, Skp (Kepala Divisi Keperawatan RS PELNI).

Kaizen digitalisasi di Anestesi dan ICU oleh Ns, Sri Suhartati, Skep (Kepala Ruangan Anestesi RS Pelni) dan Ns, Ida Haerida, Skep (Kepala Ruangan ICU RS PELNI). Kaizen digitalisasi di Hemodelisa dan Cathlab oleh Ns, Herlan Suherman, Skep (Kepala Ruangan Hemodelisa RS PELNI) dan Ns, M Sugiarto, Skep (Kepala Unit CathLab RS PELNI).

Fathema Djan Rachmat menjelaskan bagaimana perawat dan bidan Indonesia data menghadapi perubahan disruptif atau digital ini. Kita tahu bahwa perawat dan bidan- komposisi tenaga medis yang paling banyak di satu rumah sakit baik di Secondary healthcare dan Primary healthcare.

Kita ingin memastikan bahwa mereka dapat mengikuti revolusi industri 4.0. Mereka mau melakukan interaksi-interaksi digital, baik di bidang healthcare maupun lainnya. Kenapa demikian, karena perubahan healthcare sendiri begitu cepat, kemudian regulasi yang begitu cepat, termasuk adalah bagaimana di bisnis healthcare itu berubah.

"Perubahan ini juga harus dapat diikuti dengan perubahan pola pikir ataupun perubahan dari cara kerja para perawat, sehingga acara ini membuka wawasan pada mereka bahwa harus ada perubahan digital di healthcare, sehingga perawat dan bidan di Indonesia tidak tertinggal dengan perawat di luar negeri dan juga membuat mereka mampu menciptakan inovasi digital di bidang healthcare," Fathema Djan Rachmat menegaskan.

Event yang dihadiri 511 peserta ini, datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Acara ini didukung oleh stakeholders healthcare Indonesia, dari berbagai macam organisasi, seperti organisasi bidan, keperawatan, PPNI, penggurus HPMI, FK UI, dan industri farmasi.

"Menurut saya ini bagus, karena semua stakeholders bekerjasama untuk healthcare digital. Dan seharusnya memang Indonesia tidak boleh tertinggal dalam hal healthcare digital dengan negara lain," Fathema Djan Rachmat. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait