Berdayakan Tanaman Obat, Menggali Potensi Dompu
Tanggal Posting : Senin, 1 April 2019 | 03:07
Liputan : Redaksi - Dibaca : 54 Kali
Berdayakan Tanaman Obat, Menggali Potensi Dompu
Kegiatan Berdayakan Tanaman Obat, Menggali Potensi di Kabupaten Dompu, NTB

HerbaIndonesia.Com. Tanaman obat di berbagai daerah di Indonesia semestinya secara sistematis dibina agar kearifan lokal ini dapat menjadi potensi dengan daya saing tinggi. Kekayaan alam Indonesia ini harus dimanfaatkan untuk kesehatan dan sumber ekonomi.

Berikut ini, kegiatan dr. Rianti Maharani, M.Si, anggota Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), yang juga Facilitators of Community, Empowerment Programs, Herb Organic Consultant, bersama tim- yang bergantian (hampir setiap bulan datang) ke Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB- untuk membina dan memberikan materi sesuai dengan bidangnya.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pembekalan menju sertfikasi BNSP Battra ramuan tingkat pratama. Ada 20 orang yang dari awal sudah diberikan pengenala mengenai tanaman obat dan pemanfaatannya.

Belum lama ini, yaitu pada 25-29 Maret 2019, dr. Rianti Maharani dan tim melakukan pelatihan kembali di Kecamatan Hu’u, Dompu, NTB.

Adapun awal mula terselenggaranya, kegiatan ini didukung penuh dan difasilitasi oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM) merupakan perusahaan eksplorasi melalui program Corporate responsibility) bekerja sama dengan PT. Aliksa Organik Indonesia

Adapun programnya adalah Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRB), sehat dalam artian yang lebih luas tidak hanya untuk tanah, air, maupun lingkungannya tetapi juga petani dan warga sekitarnya termasuk dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga.

Program ini sudah menginjak tahun kedua. Sejak tahun pertama warga binaan sudah dikenalankan berbagai macam tanaman obat serta memanfaatkannya untuk kesehatan diri sendiri, keluarga, maupun tetangga sekitar.

Lalu mereka belajar membudidayakan tanaman obat dengan budidaya organik, membuat pupuk sendiri tanpa tergantung pupuk kimia maupun pestisada.

Belajar Anatomi, Fisiologi Tubuh                                                                                                                          Pada pelatihan hari ini target utamanya adalah memberikan pemahaman kepada peserta calon ujian mengenai anatomi dan fisiologi tubuh manusia secara sederhana agar mereka bisa mengenali keluhan klien dan memberikan ramuannya secara tepat.

Hal ini sesuai dengan point kompetensi yang harus diacapai dalam ujian sertifikasi ramuan pratama BNSP yakni Melakukan tindakan terapi Pengobatan Tradisional Ramuan Indonesia pada pasien berdasarkan rencana terapi, diagnosis pengobatan tradisional ramuan Indonesia dan keadaan pasien pada kasus kelompok sistim struktural yaitu:

Sistem pernapasan, sistem sirkulasi darah dan jantung, sistem otot tulang dan sendi, sistem pencernaan hati dan pankreas, sistem perkemihan, sistem cutaneus (kulit), sistem reproduksi, sistem otak dan saraf, dan kelompok sistim fungsional yaitu: metabolik, hormonal, adaptogen dan peradangan serta detoksifikasi.

Mengenal Pelayanan Kesehatan Tradisional
Fakta menunjukkan bahwa saat ini terjadi pergeseran pola penyakit dari penyakit infeksi menjadi penyakit degeneratif, dari paradigma upaya pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif menjadi upaya kesehatan yang bersifat preventif dan promotif.

Oleh karena itu dibutukan sarana pelayanan kesehatan alternative yang dapat memenuhi tututan dan kebutuhan masyarakat. Sarana pelayanan kesehatan saat ini dituntut agar memiliki kemampuan untuk menanggulangi penyakit- penyakit degeneratif dan kronis yang terdapat di masyarakat.

Salah satu upaya pelayanan kesehatan alternatif yang ditawarkan adalah Pelayanan Pengobat Tradisional Ramuan. Jenis Pelayanan ini telah diminati oleh masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Masyarakat memperoleh manfaat sebesar- besarnya dari upaya pelayanan kesehatan dengan Pengobatan Tradisional Ramuan.

Tahun ini merupakan tahun kedua pembinaan terhadap warga belajar yang lebih fokus pada pengkaderan, diharapkan kedepannya akan terwujud para penyehat tradisional yang mengaplikasikan imu meramu tanaman obat di masyarakat.

Hadir sebagai Konsultan dan Narasumber yang merupakan tim dari PT. Aliksa Organik Indonesia diantaranya: dr. Rianti Maharani, M.Si (Dokter Herbal Medik) dan Erna Setyawati, SE.SAg.Kes (Praktisi Penyehat Tradisional, Wirausahawan Jamu), dr. Ilsya Asti Naraswari (Dokter Saintifikasi Jamu), dan Ir. Alik Sutaryat (Ahli Budidaya Tanaman Organik)- yang bergantian hampir setiap bulan datang ke Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu Provinsi NTB untuk membina dan memberikan materi sesuai dengan bidangnya.

Selain itu ada pendamping lapangan yang live in, di disekitar warga untuk mendampingi warga binaan lebih intensif setiap harinya. Karena prinsip dari program ini adalah, mengenali-mempelajari-mempraktekan-mengamalkan.

Itu prinsip yang diulang-ulang, sehingga masih perlu didampingi. Pada dasarnya ilmu akan menjadi berkah karena juga diamalkan. Selama proses itu perlu pendampingan dan pembinaan yang intens demi mewujudkan masyarakat yang mandiri.

Sampai pada tahapan ini para peserta sudah lebih memahami alur dari persiapan menuju battra ramua pratama termasuk manfaat dari upaya untuk mendapatkan sertifikat batra ramuan ini, apalagi diantara para peserta banyak yang sudah mengaplikasikan membuat ramuan kepada masyarakat sekitar.

Mereka betul-betul menyadari pentingnya untuk mengikuti pelatihan ini dan mengikuti ujian kompetensi nantinya sehingga mereka akan lebih mudah mendapatkan surat rekomendasi untuk praktek sebagai penyehat tradisional secara legal bahkan dilindungi oleh udang-undang dan dinas kesehatan setempat.

Masih ada dua kali pertemuan lagi untuk mempelajari materi sesuai dnegan kompetensi battra ramuan pratama. Rencananya ujian akan diselenggarakan pada bulan Juni, Tim penguji dari BNSP akan datang untuk menguji 20 warga binaan. Dompu merupakan tempat kedua setelah Luwutimur yang berhasil melahirkan para penyehat tradisional yang diwujudkan dari kemitraan antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta.

Praktek Membuat Ramuan
Belajar mengenai macam-macam jenis dan Sediaan obat tradisional. Sesuai dengan point kompetensi yang harus dimiliki oleh penyehat tradisional yakni mampu Menyiapkan bahan ramuan sesuai dengan instruksi Pengobat Madia atau Utama, diantaranya adalah

  • Bagaimana Memilih bahan yang baik
  • Bagaimana Menakar sesuai dengan kebutuhan
  • Bagaimana Mengemas bahan yang siap untuk diramu
  • Bagaimana meramu sesuai dengan resep
  • Bagaimana membuat macam-macam sediaan herbal

Pada dasarnya peserta sudah mempraktekan mengolah tanaman obat untuk keperluan sehari-sehari namun masih belum sesuai standar baik itu standar hygenitas maupun standar tata cara pengolahan, sehingga dikhawatirkan manfaat yang dirasakan berkurang dan menimbulkan masalah kedepannya.

Praktek rebusan ini harus menjadi sorotan utama untuk memonitor kegiatan calon penyehat tradisional dalam membuat dan memberikan ramuan baik itu untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat. Praktek mengenai pengolahan tanaman herbal ini sesuai dengan materi yang sudah disampaikan meliputi perlakuan pasca panen, pembuatan simplisia, pengemasan dan meramu simplisia.

Demikian kisah, dr. Rianti Maharani, M.Si. memberdayakan masyarakat NTB untuk memanfaatkan tanaman obat dijadikan Ramuan Jamu yang menyehatan, dan memiliki aspek ekonomi. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait