Banten Adakan Advokasi Kesehatan Tradisional
Tanggal Posting : Minggu, 21 Juli 2019 | 00:44
Liputan : Redaksi - Dibaca : 25 Kali
Banten Adakan Advokasi Kesehatan Tradisional
Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar minum jamu di acara Advokasi Kesehatan Tradisional di Aula Bappeda Banten, Selasa,16 Juli 2019.

HerbaIndonesia.Com. Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar mengatakan obat tradisional di Indonesia itu banyak dan beberapa sangat efektif dalam mengobati penyakit tertentu.

Untuk di Provinsi Banten memerlukan beberapa sentuhan apa yang disebut dengan teknologi, misalnya tentang kemasan dan pola pengelolaan. Hal itu diungkap Al Muktabar saat membuka Advokasi Kesehatan Tradisional di Aula Bappeda Banten, Selasa,16 Juli 2019.

Al Muktabar mengungkap, pelayanan kesehatan tradisional merupakan bentuk pelayanan yang telah dimanfaatkan sejak dahulu sebelum berkembangnya pelayanan kesehatan konvensional.

Penyelenggaraan dan pengembangan pelayanan kesehatan tradisional perlu di dorong melalui pengkajian, penelitian dan pengujian pengobatan tradisional untuk memperkaya khasanah pelayanan kesehatan.

"Walaupun pelayanan kesehatan konvensional sudah berkembang dengan pesat, akan tetapi sampai saat ini pelayanan kesehatan tradisional masih tetap diminati sebagian masyarakat dan diakui keberadaannya sebagai alternatif," ujar Al Muktabar.

Obat-obat tradisional ini kata Al, sudah familier dengan teknologi sehingga perlu dilakukan advokasi dengan melibatkan masyarakat secara partnership.

"Obat tidak selalu berkaitan dengan kesehatan tetapi ada nilai ekonomisnya sebagai nilai tambah buat masyarakat, terkait dengan ekonominya kalau kita serius, ini bisa dijadikan sebagai jalan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran," paparnya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Banten Ariani Sugiarti yang menjadi panitia penyelenggara mengatakan, salah satu dari pelayanan kesehatan yang dikembangkan oleh kementerian kesehatan yaitu pelayanan kesehatan tradisional yaitu pengobatan atau perawatan yang mengacu kepada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai norma yang berlaku di masyarakat.

Ariani menambahkan strategi pembangunan kesehatan tradisional adalah mendorong masyarakat agar mampu memelihara kesehatanya secara preventif serta mengatasi ganguan kesehatan ringan secara mandiri melalui asuhan mandiri tanaman obat keluarga (toga).

"Di Banten ini sudah banyak turun temurun pengobatan herbal dari pengobatan tradisonal tetapi itu belum banyak yang sesuai dengan norma-norma dari kementerian kesehatan, jadi bukan hanya norma empiris saja yang kita perlukan tetapi harus ada berupa penelitian. Di Provinsi Banten sejak tahun 2012 sudah ada sentra penelitian tentang pengobatan tradisional," ujarnya dihadapan peserta Advokasi kesehatan tradisional organisasi perangkat daerah Banten, TP PKK Banten, dan dari RSUD Banten. (Sumber: https://bantenday.co.id/2019/07/18/banten-kembangkan-obat-tradisional/). Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait