Badan POM Hadir, Kerja Bersama untuk Bangsa (Serial-1)
Tanggal Posting : Sabtu, 27 Juli 2019 | 00:04
Liputan : Redaksi - Dibaca : 54 Kali
Badan POM Hadir, Kerja Bersama untuk Bangsa (Serial-1)
Cover Buku: Badan POM Hadir, Kerja Bersama untuk Bangsa, dan Tampilan Foto halaman 16-17 buku tersebut.

HerbaIndonesia.Com. Menandai tiga tahun kepemimpinannya sebagai Kepala Badan POM, Penny K. Lukito menuangkan berbagai terobosan yang menjadi tupoksi lembaganya dalam sebuah buku berjudul "BADAN POM Hadir, Kerja Bersama untuk Bangsa".

Buku tersebut diatas, telah dibagikan kepada para tamu undangan yang hadir pada saat acara "Dialog Kinerja 3 Tahun Badan Pengawas Obat dan Makanan" dengan tema "Badan POM Hadir, Kerja Bersama untuk Bangsa," pada Senin, 22 Juli 2019, di Gedung BPOM Jakarta. Dihadiri oleh berbagai pejabat lintas sektor Kementerian/Lembaga, LSM, Asosiasi Pengusaha di bidang Obat & Makanan, serta Media.

Buku yang berisi 474 halaman ini, terdiri dari 10 BAB yang membahas berbagai topik yang menjadi bidang tugas Badan POM- dan yang selama ini dilakukan dalam kurun tiga tahun ini. Buku ini, ibaratnya high light- catatan penting yang dinilai memberikan dampak positif yang signifikan secara kelembagaan, yang memberikan iklim kondusif bagi pelaku usaha dan diperlukan oleh masyarakat luas. Ada Sembilan tokoh yang memberikan testimoni- sebagai cermin yang memberikan penilaian atas kinerja Badan POM selama 3 tahun ini.

"Banyak terobosan yang telah dilakukan dalam memberikan jaminan obat dan makanan aman bagi seluruh elemen bangsa. Dalam tiga tahun ini, Badan POM sudah banyak melakukan perubahan yang merupakan hasil bekerja bersama. Waktu tiga tahun ini cukup penting bagi Badan POM dalam memperbaiki diri meningkatkan kinerja pengawasan obat dan makanan," urai Kepala Badan POM, Penny K. Lukito pada saat acara Dialog Kinerja 3 Tahun Badan POM.

Saat berkomunikasi dengan Redaksi JamuDIgital.Com, pada Jum’at siang, 26 Juli 2019, Penny K. Lukito menegaskan bahwa Badan POM memberikan perhatian dan prioritas untuk pengembangan Jamu Indonesia. "Saat ini, saya bersama dengan Tim Deputi 2- Badan POM sedang berada di Sapporo Jepang, diundang untuk mengikuti Konferensi Pengembangan Bahan Baku Herbal di Jepang," ungkapnya melalui pesan pendek.

JamuDigital.Com akan menulis serial- buku karya Kepala Badan POM, Penny K. Lukito yang berjudul "BADAN POM Hadir, Kerja Bersama untuk Bangsa", khususnya yang terkait dengan kebijakan, program untuk pengembangan Jamu dan Herbal Indonesia.

Pada serial 1 ini, disajikan Kata Pengantar buku tersebut. Berikut ini, naskah lengkapnya:

Mengawasi obat dan makanan untuk 265 juta orang penduduk Indonesia tentu bukan pekerjaan ringan. Apalagi, penduduk Indonesia tersebar di 17 ribu pulau yang terserak di kawasan Nusantara seluas lebih dari 5.200.000 km2, dimana beredar ribuan jenis produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan olahan dengan puluhan ribu merek yang harus diawasi. Tugas itu lah yang diemban oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, atau disingkat dengan Badan POM.

Dari waktu ke waktu, Badan POM berupaya keras untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungannya kepada masyarakat. Berkenaan dengan hal ini, telah diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang disusul dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan. Perpres dan Inpres tersebut memberikan kekuatan legal bagi Badan POM untuk mengakselerasi peningkatan mutu pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, yang antara lain dilakukan melalui penguatan struktur organisasi dengan kewenangannya.

Sebagai tindak lanjutnya, Badan POM telah memperluas jaringan kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) hingga kini mencapai 73 unit, yang terdiri dari 21 Balai Besar POM, 7 Balai POM Tipe A, 5 Balai POM Tipe B, dan 40 Kantor Badan POM di Kabupaten/Kota.

Untuk membangun struktur baru tersebut, di tahun 2018 Badan POM merekrut 1.059 orang personil baru, hingga pegawai Badan POM seluruh Indonesia kini mencapai 4.766 orang. Tak cukup dengan membangun personil, untuk meningkatkan pengawasannya Badan POM juga menggalang kerja sama dengan berbagai pihak, baik dengan Kementerian/Lembaga/Instansi lain, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, maupun dengan Organisasi-Organisasi.

Perpres 80 Tahun 2017 juga memberi kewenangan kepada Badan POM untuk bekerja sama dengan aparatur Kepolisian, Kejaksaan, serta Intelijen, khususnya terkait tugas pengawasan yang sering kali diikuti dengan tindakan penegakan hukum. Dengan semakin luasnya lingkup tugasnya, Badan POM terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungannya.

Peran Badan POM dalam melindungi kesehatan masyarakat dan membangun daya saing bangsa perlu didukung oleh Pemimpin-Pemimpin yang Pancasilais, yaitu pemimpin yang beriman, percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, mendahulukan kepentingan Bangsa, membangun Bangsa yang adil dan sejahtera, serta menghargai keberagaman. Seperti juga Pemimpin-Pemimpin Pejuang kita yang selama ini, semenjak Kebangkitan Nasional, sesudah, dan sebelum Kemerdekaan.

Untuk itu, Badan POM terus mengoptimalisasi potensi dan kinerja kepemimpinan dengan melakukan promosi dan mutasi pejabat struktural, yang menjadi langkah penting dalam pencapaian visi misi Badan POM. Posisi dan jabatan baru juga memberikan tantangan untuk mengasah kapasitas kepemimpinan dan membangun budaya organisasi yang baik dengan menginternalisasi spirit of the corps dari level Pimpinan tertinggi hingga Staf.

Pemanfaatan teknologi informasi menjadi isu penting dalam tugas Badan POM. Terkait pengembangan SDM, Badan POM mendorong SDM nya untuk mengikuti revolusi industri 4.0 yang berbasis internet, aplikasi mutakhir, big data, dan robotik. Tujuannya, agar mampu melaksanakan tugas dengan lebih cepat, lebih cermat dan akurat, yang muaranya adalah peningkatan kualitas layanan pada masyarakat. Teknologi informasi terbukti bisa membantu mempercepat temuan produk palsu, sub-standard, bahkan produk yang berbahaya. Salah satu wujud konkritnya adalah pengembangan aplikasi yang mudah di install di gadget, yang memudahkan public memindai barcode produk obat dan makanan, sehingga mudah mencocokkannya dengan daftar produk di websi te Badan POM.

Pada sisi lain pengembangan SDM diperlukan guna mendukung kerja sama operasional dengan institusi lain, utamanya dalam kaitan law and order. Tak terhindarkan adanya irisan tugas yang terkait dengan penegakan hukum, karena Badan POM sering berhadapan dengan pihak yang memproduksi obat dan makanan dengan cara yang tidak bertanggung jawab hingga membahayakan masyarakat.

Zona Integritas
Untuk meraih legitimasi yang kuat sebagai pengawas obat dan makanan, Badan POM tidak cukup hanya berbekal kompetensi teknis. Badan POM perlu terus meningkatkan reputasinya sebagai lembaga pemerintah yang efisien dan bersih, serta diakui sebagai lembaga yang otoritatif, akuntabel, kredibel, sehingga berwibawa di hadapan publik. Diperlukan waktu dan skema yang sistimatis guna meraih akuntabilitas dan legitimasi yang kuat. Maka, sejak hampir satu dekade lalu, Badan POM telah sepakat menetapkan medan tugasnya sebagai Zona Integritas. Prinsip Wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) setahap demi setahap ditegakkan.

Roadmap Badan POM dimulai dari Perpres Nomor 81 Tahun 2010 tentang Reformasi Birokrasi dan ketentuan turunannya yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Ketentuan tersebut dikombinasikan dengan manajemen pengendalian mutu dan tata kelola keuangan dengan mengikuti norma yang ditetapkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hasilnya mulai terlihat. Survei secara internal dan eksternal terkait kualitas pelayanan Badan POM menunjukkan angka kepuasan yang terus meningkat. Bahkan, survei tahun 2017 menunjukkan indeks kepuasan atas layanan Badan POM berada di atas rata-rata indeks kepuasan layanan kementerian dan lembaga pemerintah lain. Indeks persepsi korupsinya juga membaik. DiSpute dalam laporan keuangan juga semakin berkurang, sehingga BKP memberikan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) kepada Badan POM selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2015. Sementara, tata kelola manajemen Badan POM juga dinyatakan semakin membaik dengan lebih dipatuhinya Standard Operation Procedure (SOP) yang telah ditetapkan. Dengan membaiknya tata kelola tersebut, berbagai praktek pelanggaran disiplin terkait gratifikasi bisa ditekan, terbukti dengan menurunnya persepsi korupsi sebagai indikatornya.

Inovasi Digital Menyambut Era Industri 4.0
Kontribusi Badan POM bukan hanya berperan pada pengawasan dan perizinan produk obat dan makanan, namun juga ikut mendukung pengembangan industri. Badan POM terjun di tengah masyarakat dengan kerja aktif melakukan pendampingan, terutama kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Misalnya, memberikan panduan teknik meracik jamu atau obat tradisional, kosmetik, dan pengolahan makanan. Badan POM bahkan sering membantu dalam keseluruhan proses ( life circle ) suatu produk mulai dari riset, teknik pengolahan, uji klinis, pilihan teknologi untuk produksi massal, hingga ke urusan distribusi dan pemasarannya. Peran ini akan terus ditingkatkan sejalan dengan upaya pemerintah menyiapkan industri obat dan makanan memasuki era Industri 4.0.

Industri obat dan makanan termasuk dalam prioritas untuk didorong memasuki arena wellness industry, yakni industri yang mendukung kehidupan masyarakat yang lebih sehat di masa depan. Apalagi, industri obat tradisional, kosmetik, dan pangan olahan di Indonesia melibatkan banyak UMKM. Pertumbuhannya akan membantu perekonomian dan mendukung penguatan ketahananan nasional ke depan. Dan untuk meningkatkan peran tersebut, Badan POM terus berkomdinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak, antara lain melalui Satuan Tugas ABG (Academic, Business, and Government). Badan POM mendukung industri obat dan makanan, termasuk di dalamnya obat tradisional, kosmetik, dan suplemen kesehatan dengan meninjau kembali segala kebijakan dan peraturan yang menghambat perkembangannya.

Melihat fakta bahwa infrastruktur telekomunikasi sudah menjangkau hampir semua wilayah di Indonesia, dan di akhir tahun 2018 lalu sudah lebih dari 132 juta orang masyarakat Indonesia memanfaatkan internet, perkembangan e-commerce saat ini tak terhindarkan. Transaksi online kian marak. Langkah pengawasan telah pula dilakukan. Badan POM memanfaatan teknologi informasi guna mempermudah dan mempercepat layanan, misalnya dengan mengembangkan aplikasi SMART dan 2D Barcode. Pemanfaatan teknologi menjadi sebuah keharusan karena tanggung jawab Badan POM semakin luas, termasuk kini dalam pengawasan kualitas produk darah untuk transfusi dan pengawasan iklan obat dan makanan di berbagai platform media.

Melangkah ke Pelataran Global
Kiprah Badan POM ke depan tak bisa dibatasi di dalam negeri. Tatanan pergaulan global yang tak lagi tersekat oleh batas negara menuntut Badan POM terlibat dalam pengawasan dan penataan masalah obat dan makanan secara global pula. Langkah ke arah sana sudah dilakukan. Ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Badan POM ikut memastikan bahwa segala macam hidangan kuliner termasuk kosmetik yang dijajakan di sekitar hotel atlet dan venues telah memenuhi standar keamanan, manfaat, dan mutu. Stiker pun ditempel pada kemasan tiap produk yang telah diperiksa dan dinyatakan aman.

Badan POM juga mengambil peran dalam pertemuan perdana otoritas pengawas obat dari negara-negara yang terhimpun dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Bali, Desember 2018 lalu. Dalam pertemuan akbar tersebut Badan POM unjuk diri, melobi, dan meyakinkan regulator obat dan makanan negara lain akan kemampuan Indonesia di bidang obat dan makanan. Diplomasi ini berhasil memberi ruang bagi produsen obat Indonesia untuk memasarkan produknya di negaranegara OKI. Salah satu hasil konkritnya adalah vaksin dari PT. Biofarma (Persero) bisa diterima di kalangan negara OKI. Bahkan, PT. Biofarma ditunjuk sebagai center of excellent untuk vaksin dan produk farmasi, dengan mengacu pada kenyataan bahwa Badan Kesehatan Dunia WHO memercayai PT. Biofarma sebagai produsen vaksin. Sementara, Badan POM sendiri sudah meraih pengakuan sebagai regulator yang qualified.

Penguatan Kelembagaan
Memasuki era industri 4.0 ini, perkembangan produksi obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan olahan begitu luar biasa. J umlah, jenis, dan mereknya meningkat luar biasa. Pemerintah RI telah merespon antara lain dengan memberikan penguatan secara kelembagaan serta pemberian kewenangan baru bagi Badan POM melalui Perpres 80 Tahun 2017 dan Inpres 3 Tahun 2017. Berkat ketentuan baru tersebut, Badan POM bisa menguatkan strukturnya dan melebarkan sayap untuk memenuhi tuntutan baru.

Namun, perkembangan yang serba cepat itu tampaknya memerlukan respons lebih jauh. Badan POM memerlukan landasan legal yang lebih kuat dan permanen agar memiliki otoritas yang lebih memadai. Badan POM tak cukup hanya menjadi pengawas bagi industri obat dan makanan serta produk turunannya, karena ada pula tuntutan agar Badan POM bisa menjadi pelindung yang efektif bagi masyarakat Indonesia, sekaligus juga menjadi pendukung industri obat dan makanan dalam negeri agar memiliki daya saing global.

Untuk menyongsong era baru tersebut, Badan POM memerlukan otoritas yang diatur secara rinci pada level undang-undang. Dengan demikian, Badan POM akan lebih efektif memberikan layanan ke masyarakat, perlindungan ke publik, serta dukungan ke dunia industri nasional agar berjaya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Obat dan Makanan yang disusun atas inisiatif DPR tersebut telah ada sejak tahun 2016. Namun, pembahasannya tersendat, meski sempat masuk dalam list Prolegnas (Program Legislasi Nasional) tahun 2018. Badan POM dan stakeholder nya tentu berharap agar RUU ini bisa segera terwujud dalam waktu dekat. (Sumber: "Buku Badan POM Hadir Kerja Bersama Untuk Bangsa, Penyy K. Lukito, Biro Humas Badan POM: Juli 2019).

Nantikan artikel berikutnya, terobosan apa saja yang telah dilakukan Badan POM dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini. Simak hanya di: www.jamudigital.com. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait