BPOM Galang Millenial Mencintai Jamu Indonesia
Tanggal Posting : Jumat, 28 Desember 2018 | 06:38
Liputan : Redaksi - Dibaca : 158 Kali
BPOM Galang Millenial Mencintai Jamu Indonesia
Dra. Indriaty Tubagus, Apt., M.Kes, Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan BPOM memberikan plakat kepada Karyanto, Founder JamuDigital.

HerbaIndonesia.Com. Keunggulan daya saing Jamu Indonesia harus dikabarkan kepada generasi millennial, karena manfaatnya akan sangat membantu kesehatan dan kebugaran bagi generasi millennial untuk tumbuh kembang menjadi generasi unggul dimasa datang, dan selain itu potensi ekonomi Jamu juga dapat menjadi peluang bisnis bagi millennial.

Potensi Jamu Indonesia memiliki tiga aspek dimensi manfaat yaitu: Kesehatan, Ekonomi dan Sosial Budaya. Di era digital yang juga ditandai oleh eranya millennial, memperkenalkan Jamu secara komprehensif adalah strategi yang tepat untuk menggalang para millennial mencintai Jamu Indonesia.

BPOM melalui Pameran dan Panggung Edukasi Herbal Indonesia Expo 2018 yang secara resmi dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen, Kesehatan dan Kosmetik, BPOM, Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc., Selasa pagi, 09.45 WIB, di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, juga melibatkan generasi millennial untuk mencintai Jamu Indonesia.

Pameran dan Panggung Edukasi Herbal Indonesia Expo 2018 ini merupakan rangkaian acara dari kegiatan Progam Terpadu Pengembangan UMKM Berdaya Saing: Pencanangan Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo 2018.

Disusul dengan Panggung Edukasi yang menampilkan tema: Generasi Milenial Cinta Jamu. Sebagai pembicara: 1.Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, BPOM, Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc. Badan POM 2. Hanny Nurmalita (Duta Jamu Jateng). 2. Jamu ditangan Entrepreneur Generasi Milenial. Pembicara: 1. Badan POM 2. Drs. Karyanto, MM. (Founder JamuDigital).

Jamu, Era Digital dan Millenial
Panggung Edukasi bertema: Jamu ditangan Entrepreneur Generasi Milenial yang menampilkan Pembicara: 1. Dra. Indriaty Tubagus, Apt., M.Kes, Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM memaparkan topik bahasan: BPOM Cerdas Memilih dan Mengonsumsi Obat Tradisional, 2. Drs. Karyanto, MM. (Founder JamuDigital) dengan topik bahasan: Generasi Millenial, Teknologi Digital & Bisnis Jamu.

Sesi Panggung Edukasi ini dikemas sedemikian rupa sehingga pas dengan gaya anak millennial.

Sebelum dua narasumber memaparkan presentasinya, sekitar 250 hadirin yang sebagian besar anak-anak milleial ini disuguhi dengan lagu-lagu kesukaan anak millenial. MC juga bergaya millennial, pembicaranya pun juga mampu mengimbangi gaya-gaya anak millennial.

Indrianty dan Karyanto

Foto: Talkshow yang dikemas sesuai style generasi millenial, mampu menyampaikan pesan dengan baik.

Dra. Indriaty Tubagus, Apt., M.Kes. dalam presentasinya juga mampu mempesona anak-anak muda, karena cara menjelaskan dengan bahasa yang simpel dengan contoh-contoh yang mudah dimengerti oleh anak-anak ABG yang usianya sekitar 15-17 tahun ini yang datang dari Kawasan Jakarta.

Bahkan, Karyanto sebelum memulai presentasinya menyapa anak millennial Jakarta ini untuk menyanyi bersama. "Selamat siang Jakmania." Minggu malam kemarin Persija Jakarta menjadi Juara Liga 1 Indonesia, mari kita memberi apresiasi dengan bernyanyi bersama:

"Garuda di dada-ku, Persija Juara-ku, Kuyakin pasti menang, Minum Jamu!. Anak-anak millenial Jakarta itu sontak berdiri dan bersama-sama, ikut bernyanyi, maka bergemuruhlah ruangan dengan hingar-bingar.

Inilah model pendekatan komunikasi edukasi yang dikemas sesuai dengan style millennial.

Indriaty Tubagus memaparkan penggolongan obat tradisional yaitu : Jamu (Obat Tradisional Indonesia yang digunakan secara turun-temurun dengan khasiat dibuktikan secara empiris Nomor Izin Edar Produk TR.123456789 --9 digit angka). Obat Herbal Terstandar-OHT (obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik pada hewan dan bahan bakunya telah distandardisasi. Nomor Izin Edar Produk : HT.123456789- 9 digit angka).

"Sedangkan Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik pada hewan dan uji klinik pada manusia, serta bahan baku dan produk jadinya telah distandardisasi. Nomor Izin Edar Produk : FF.123456789- 9 digit angka)," urai Indriaty Tubagus yang disimak secara seksama oleh para peserta.

Selanjutnya dijelaskan, bentuk-bentuk sediaan Obat Tradisional: Rajangan, Serbuk- serbuk simplisia, serbuk instan, serbuk efervesen, Pil, Kapsul,Kaplet, Tablet, Tablet efervecen, Tabet Hisap, Pastiles, Dodol/Jenang, Cairan Obat Dalam.

Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO): Bahan Kimia Obat (BKO) tidak diperbolehkan penggunaannya sebagai campuran pada produk obat tradisional karena dapat membahayakan kesehatan.

Beberapa BKO yang sering disalah-gunakan pada obat tradisional :

  • Golongan pegal linu/ pereda nyeri/ encok/ asam urat, contoh: antalgin, parasetamol, deksametason, allopurinol, fenilbutazon, piroksikam
  • Golongan pelangsing, contoh: sibutramin
  • Golongan stamina pria, contoh: sildenafil dan senyawa turuannya
  • Golongan penambah nafsu makan, contoh: siproheptadin
  • Golongan kencing manis, contoh: glibenklamid
  • Golongan sesak nafas, contoh: teofilin

Tips Memilih Obat Tradisional yang Aman: Cek K L I K.

  • CEK KEMASAN: Pastikan kemasan produk dalam kondisi baik, tidak rusak/cacat
  • CEK IZIN EDAR: Pastikan memiliki izin edar dari Badan POM
  • CEK LABEL: Baca informasi produk yang tertera pada labelnya dengan cermat
  • CEK KADALUARSA: Pastikan produk belum melewati tanggal kadaluarsa

Jika ragu terhadap produk obat tradisional yang dikonsumsi, segara hubungi HALOBPOM: Telp.:1-500-533, SMS:0-8121-9999-533, Email:halobpom@pom.go.id, Twitter:@BPOM_RI.

Sesi berikutnya giliran Karyanto, Founder JamuDigital yang menginspirasi generasi millennial untuk mencintai Jamu dan dapat berbisnis Jamu secara digital.

Dijelaskan Karyanto-yang juga Pakar Komunikasi Publik ini bahwa tujuan media online dan aplikasi Jamu Digital, adalah:

  • Meningkatkan akses pasar Jamu dengan mobile applications
  • Memperkuat branding Jamu
  • Menumbuhkan minat entrepreneur millennial bisnis Jamu

"Keanekaragaman hayati Indonesia itu lebih dari 30.000 spesies tanaman, menempatkan Indonesia ke-lima besar negara megabiodiversitas. Ristoja menghimpun informasi ramuan 25.821, tumbuhan obat 2.670 spesies tersebar pada 303 etnis di 24 propinsi. Kurang dari 5.000 simplisia telah digunakan dalam produk obat tradisional. Jumlah NIE obat tradisional sampai dengan September 2018 sebanyak 10.688," Karyanto menjelaskan.

Kiat bisnis Jamu era digital, Kayanto yang alumni Farmasi UGMI ini, memberikan kiat yaitu: Jamu harus Modern, Jamu harus memiliki Mutu Tinggi, Jamu juga harus Murah, dan Jamu harus Memasyarakat.

Pada kesempatan ini, Karyanto mengajak generasi millennial dapat menjadi pejuag Jamu dengan cara menjadikan Jamu Gaya hidup dan mensosialisasikannya di media sosial.

Jamu Digital adalah media online dan marketpalce Jamu untuk mendukung brand Jamu Indonesia dan memperluas akses pasar Jamu di era digital.

Mobile App. Jamu Digital adalah platform marketplace berbasis Android dan IOS untuk memperluas akses pasar Jamu Indonesia dengan memanfaatkan teknologi internet.

Visi Jamu Digital: Memperluas akses pasar & brand Jamu/Herbal Indonesia dengan memanfaatkan teknologi internet agar mampu bersaiang di era digital.

Misi Jamu Digital:Menjadi MEDIA ONLINE rujukan tentang Jamu/Herbal

  • Menjadi PLATFORM MARKETPLACE ONLINE Jamu/Herbal terbesar
  • Membudayakan minum Jamu/Herbal sebagai HEALTHY LIFE STYLE
  • Mengkampanyekan Jamu sebagai INDONESIA HERITAGE

Ayo hadiri Pameran dan Panggung Edukasi Herbal Indonesia Expo 2018 BPOM, ada pameran produk-produk Jamu unggulan Indonesia, Seminar dan Panggung Edukasi. Mari lestarikan Jamu warisan nenek moyang Indonesia. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait