BPOM Apresiasi Pengembangan Aplikasi Jamu Online
Tanggal Posting : Rabu, 20 Maret 2019 | 13:58
Liputan : Redaksi - Dibaca : 48 Kali
BPOM Apresiasi Pengembangan Aplikasi Jamu Online
Safira, Penjual Jamu Gendong di Sukoharjo mendapat Bantuan Seperangkat Alat Menjual Jamu dari Menko PMK, Puan Maharani, disaksikan Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito.

HerbaIndonesia.Com. Pencanangan Sukoharjo Menuju Destinasi Wisata Jamu Indonesia oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI., Puan Maharani, didampingi oleh Kepala Badan POM RI., Penny Kusumastuti Lukito meneguhkan datangnya  era baru yaitu transformasi penjualan jamu secara online.

Menko PMK, Puan Maharani menegaskan bahwa dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong di pasar lokal maupun global, dibutuhkan komitmen berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun berbagai elemen masyarakat untuk membantu mengembangkan UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong.

"BPOM RI. telah menunjukkan perannya dengan melakukan pembinaan dan pendampingan bagi UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong dalam pemenuhan persyaratan teknis dan membuka akses pasar. Untuk itu, telah pula diperkenalkan jamu go online, untuk menjawab kebutuhan kemudahan mendapatkan jamu, dimana dan kapan saja," jelas Puan Maharani saat Pencanangan Sukoharjo Menuju Destinasi Wisata Jamu Indonesia, pada Senin, 18 Maret 2019.

"Pencanangan Sukoharjo sebagai destinasi wisata jamu ini, akan memperluas akses pasar yang lebih besar baik secara lokal maupun global. Meningkatnya wisatawan yang datang ke Sukoharjo juga membuka peluang usaha lainnya seperti kuliner dan penginapan yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar Menko PMK.

Sebagai destinasi wisata jamu, lanjut Puan, Kabupaten Sukoharjo dapat menjadi pusat edukasi jamu, terutama untuk generasi milenial, sehingga jamu sebagai warisan budaya di Indonesia tidak sirna.

Sebelumnya, BPOM RI. telah melakukan bimbingan teknis kepada 30 pelaku usaha jamu gendong di Kabupaten Sukoharjo dengan melibatkan peran aktif para Bapak Angkat. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan kegiatan pendampingan Kabupaten Sukoharjo sebagai destinasi wisata jamu.

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pendampingan bagi UMKM Jamu lainnya, termasuk memberikan edukasi tentang jamu kepada berbagai komunitas masyarakat di Sukoharjo.

Khusus di Provinsi Jawa Tengah terdapat tiga Industri Obat Tradisional yang telah berkomitmen menjadi Bapak Angkat, yaitu PT. Sido Muncul (Semarang), PT. Borobudur (Semarang), dan PT. Konimex (Sukoharjo).

Beberapa terobosan telah dilaksanakan BPOM RI. guna mendukung pengembangan UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong, diantaranya:

  • Meningkatkan daya saing UMKM Jamu dengan mengadakan program pembinaan dan pendampingan bagi UMKM Jamu.
  • Menginisasi Industri Obat Tradisional menjadi Bapak Angkat bagi UMKM Jamu/Usaha Jamu Gendong.
  • Memperkenalkan sistem penjualan jamu online kepada para pelaku UMKM Jamu/Usaha Jamu Gendong dan generasi milenial.
  • Memasyarakatkan minum jamu dengan membudayakan "Minum Jamu Bersama" pada setiap acara-acara resmi.

BPOM RI. bersama Kementerian/Lembaga terkait lainnya berkomitmen untuk terus melakukan bimbingan dan pelatihan kepada para pelaku usaha jamu, untuk memastikan dan menjamin produk yang dihasilkan pelaku usaha, terutama UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong memenuhi persyaratan dan standar keamanan, manfaat, dan mutu serta memiliki daya saing.

Hal ini sebagai wujud dukungan BPOM terhadap pelaku usaha, terutama UMKM, sekaligus upaya melestarikan jamu sebagai aset warisan budaya yang telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Apresiasi Aplikasi Jamu Online
Saat menyambut ibu Puan Maharani meresmikan Cafe Jamu Sukoharjo, sejumlah generasi millenial hadir dan berdialog. Untuk itu, para remaja kedepannya harus meningkatkan konsumsi jamu, karena itu adalah budaya bangsa kita. "Nah dengan adanya café jamu ini, mudah-mudahan bisa memperluas market," jelas Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito saat memberikan sambutan pada Pencanangan Sukoharjo Menuju Destinasi Wisata Jamu Indonesia.

Karyanto dan Jamu Online

Foto: Karyanto, Founder Jamu Digital bersama para Penjual Jamu Gendong yang sudah mengikuti Bimtek Jamu Gendong BPOM, termasuk dikenalkan cara berjualan Jamu Gendong Online, saat menghadiri Pencanangan Sukoharjo Menuju Destinasi Wisata Jamu Indonesia.

"Kami mengenalkan juga kepada para pelaku usaha jamu dengan jamu online. Yang dibantu oleh Bapak Karyanto. Pak Karyanto adalah pencetus marketplace jamu online. Dan kita juga dapat mengenalkan jamu gendong, agar memperluas pasarnya juga," urai Penny Lukito.

Sehingga, lanjut Penny Lukito, secara online dapat membeli jamu, terutama jamu yang fresh yang dibuat oleh para penjual jamu gendong. Harapan kami tentunya ke depan, ini menjadi langkah baru dan dapat diaplikasikan di tempat lain, sehingga dapat lebih banyak lagi dimanfaatkan oleh para penjual jamu gendong. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait