Ayo Waspada Demam Berdarah, di Kediri Sebanyak 12 Orang Meninggal
Tanggal Posting : Rabu, 30 Januari 2019 | 09:48
Liputan : Redaksi - Dibaca : 11 Kali
Ayo Waspada Demam Berdarah, di Kediri Sebanyak 12 Orang Meninggal
Waspada Demam Berdarah, Mari Kita Cegah Bersama di Lingkungan Kita.

HerbaIndonesia.Com. Demam Berdarah Dengue (DBD) kini tengah terjadi disejumlah wilayah di Indonesia. Kewaspadaan harus kita ditingkatkan. Di Kediri, Jawa Timur telah meninggal sebanyak 12 orang karena terserang DBD.

Sebagaimana dilansir oleh Kantor Berita ANTARA News, yang mengabarkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah itu, selama Januari 2019 mencapai 12 orang, dan mayoritas berusia di bawah 15 tahun.

"Korban meninggal dunia ada 12 orang. Kalau jumlah penderita mulai Januari mencapai 271 orang, ranking satu se-Jatim," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Adi Laksono di Kediri, Senin, 28 Januari 2019.

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. telah menyiarkan kabar bertajuk: Kemenkes Imbau Seluruh Daerah Siaga DBD.

Ditemukannya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di berbagai daerah dikhawatirkan akan menyebar ke seluruh wilayah di Indonesia. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada sementara pemerintah daerah melakukan upaya pencegahan.

Di beberapa daerah terjadi peningkatan kasus DBD seperti Kabupaten Kuala Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT, Sulawesi Utara, dan daerah lainnya di Indonesia.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI .disebutkan distribusi penyakit suspek DBD sejak minggu pertama 2018 hingga minggu pertama 2019 tertinggi ada di Jawa Timur dengan jumlah suspek DBD 700 orang, diikuti Jawa Tengah 512 orang, dan Jawa Barat 401 orang.

Suspek DBD, artinya belum tentu positif kasus DBD namun sudah harus menjadi kewaspadaan oleh masyarakat dan pemerintah.

Kementerian Kesehatan RI. melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi untuk tetap siaga menghadapi kasus DBD.

Melalui surat edaran itu, setiap daerah diimbau untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

PSN dapat dilakukan melalui kegiatan menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk dengan cara mengimplementasikan gerakan 1 rumah 1 juru pemantau jentik (Jumantik).

Meningkatkan surveilans kasus dan surveilans faktor risiko terhadap kejadian DBD, di antarnya melalui kegiatan pemantaun jentik berkala. Menyediakan bahan insektisida dan larvasida untuk pemberantasan nyamuk dan jentik.

Dinas kesehatan provinsi juga diimbau mengaktifkan kembali kelompok kerja operasional penanggulangan DBD di berbagai tingkatan RT/RW, desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.

Peningkatan sumber daya pencegahan dan pengendalian DBD juga perlu dilakukan meliputi peningkatan kapasitas SDM, termasuk bahan dan peralatan untuk melakukan deteksi dini dan pengobatan segera di Puskesmas dan rumah sakit.

Imbauan lainnya yakni menerbitkan surat instruksi kepala dinas kesehatan provinsi kepada jajarannya dalam rangka kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD. (Sumber: http://www.depkes.go.id/article/view/19011800001/kemenkes-imbau-seluruh-daerah-siaga-dbd.html)

Gejala dan Penyebaran Penularan
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah demam yang diikuti dengan pendarahan di bawah kulit, selaput hidung dan lambung. Virus Dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti (ciri-ciri berwarna belang hitam dan putih).

Gejala Awal: Demam tinggi, Kulit bitnik merah, Nyeri sendi/otot, Sakit perut, Diare, Muntah. Pertolongan Pertama: Minum air putih sebanyak mungkin, Minum obat penurun panas/demam, Kompres dengan air dingin.

Pencegahan Penularan: Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air (Bak, Drum, dan lain-lainl), Gunakan pembasmi nyamuk di rumah, Fogging prasarana lingkungan rumah.

Jika dalam tiga hari demam tidak turun segera ke dokter. Hanya satu kali gigitan dapat menularkan.
Penanganan Awal Sebelum ke Rumah Sakit: Minum air putih yang banyak, Coba turunkan panas dengan kompres dan obat penurun panas, Makan makanan bergizi dalam jumlah lebih banyak.

Kenali Tanda-Tanda Demam Berdarah: Panas tinggi lamanya 2-7 hari, Sakit perut (ulu hati). Pendarahan: Bintik-bintik merah di kulit, Mimisan atau, Gusi berdarah dan yang lebih parah dapat disertai: Muntah berdarah, BAB disertai darah (Dikutip dari Infografis: Urban Cikarang). Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait