Antusiasme Penjual Jamu Gendong Mengikuti Bimtek BPOM
Tanggal Posting : Rabu, 13 Maret 2019 | 23:59
Liputan : Redaksi - Dibaca : 63 Kali
Antusiasme Penjual Jamu Gendong Mengikuti Bimtek BPOM
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, BPOM, Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc. foto bersama dengan Peserta Bimtek Jamu Gendong BPOM, di Sukoharjo.

HerbaIndonesia.Com. Satu per satu- peserta Bimbingan Teknis dan Pendampingan Usaha Jamu Gendong tentang Aspek Higiene Sanitasi dan Dokumentasi yang diselenggarakan oleh BPOM di Sarilaa Hotel, di Sukoharjo, Jawa Tengah pada Senin pagi, 11 Maret 2019 berdatangan.

"Ya saya senang Pak dapat ikut acara ini. Tapi, saya jadinya dua hari ini tidak jualan jamu," ujar seorang Ibu Penjual Jamu Gendong yang hadir lebih awal dari peserta lainnya, saat menjawab pertanyaan Founder Jamu Digital, Karyanto dengan tersipu-sipu

Peserta lainnya, Rahmawati yang jualan Jamu Gendong keliling dikawasan Sukoharjo pada pagi hari, dilanjutkan jualan Jamu Gendong oleh suaminya pada sore hari lebih semangat lagi menjawab pertanyaan. "Saya juga sudah nyoba-nyoba jualan Jamu Gendong online loh..Pak," katanya bersemangat saat ditanyakan aktifitas menjual Jamu Gendongnya.

Saya diajari jualan online Pak, biar jamunya tambah laris, lanjut Rahmawati, sambil minta pendapat: bagaimana rasa Jamu Gendong racikannya. "Sudah diminum belum Pak, Jamu saya tadi..?" tanya dia.

Rahmawati memang membawa sejumlah racikan Jamu Gendong yang dikemas dalam botol, untuk diberikan kepada Panitia, termasuk kepada Founder Jamu Digital.

Dua peserta Jamu Gendong tersebut diatas, gambaran betapa semangat, sumringah, penuh antusias, dari 30 peserta Penjual Jamu Gendong yang mengikuti Bimtek yang diselenggarakan oleh BPOM.

Sebelum materi utama disampaikan, setelah seluruh peserta hadir, Panitia yang terdiri dari Tim BPOM Jakarta, dan Tim LOKA POM, Kota Surakarta membagikan lembaran Pre Test.

Untuk membantu menjelaskan kepada peserta, ikut serta membimbing saat Pre Test adalah Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, BPOM, Dra. Indriaty Tubagus, Apt, M.Kes.

Terlihat, Indriaty Tubagus menghampiri sejumlah peserta untuk membimbing peserta tersebut, yang diikuti panitia lainnya, memandu pengisian Pre Test. Ini pengalaman pertama bagi peserta yang hadir, menjawab Pre Test seputar beberapa aspek tentang Jamu Gendong.

Indriaty Tubagus

Foto: Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, BPOM, Dra. Indriaty Tubagus, Apt, M.Kes. membimbing peserta untuk menjawab Pre Test, disaksikan Kepala LOKA POM, Kota Surakarta, Bagus Heri Purnomo, S.Si., Apt.

Lima Materi Bimtek Jamu Gendong BPOM

Bimtek Jamu Gendong di Sukoharjo ini dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, BPOM, Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc. Pada kesempatan ini, Mayagustina Andarini memberikan motivasi kepada para peserta.

"Pripun kabaripun ibu-ibu....(Bagaimana kabarnya ibu-ibu semua). Jamu Gendong itu warisan leluhur bangsa Indonesia. Jadi icon Jamu Gendong itu harus dijaga dan dilestarikan. Bagaimana membuat Jamu Gendong yang baik. Jamu harus maju...," urainya.

Dia menambahkan, Sukoharjo ini sudah memiliki potensi. Ada pasar Jamu Nguter, ada Kampung Jamu. Nah, sekarang bagaimana agar Jamu ini dapat digemari anak-anak millenial. "Perlu dibikin cafe Jamu, biar cah nom-nom (anak-anak remaja) pada suka minum Jamu," lanjutnya.

"Dengan segala potensinya, Sukoharjo ini dapat menjadi destinasi wisata jamu terbesar di Indonesia," tegasnya yang diiringi tepuk tangan meriah dari para peserta. Untuk itu, perlu juga ditata manajemen turisnya bagaimana.

Pemerintah sudah memulai dengan membudayakan minum Jamu Bersama di berbagai kesempatan, hotel-hotel di berbagai wilayah Indonesia juga sudah menyuguhkan Jamu sebagai Welcome Drink. "Jamu perlu dipromosikan di Eropa...Jamu Village..Pasar Jamu Indonesia," pungkasnya.

Usai Pre Test, dan mendapat motivasi dari Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, BPOM, Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc., peserta akan mendapatkan pembekalan lima materi.

Materi pertama bertema: Pengawasan Penggunaan Obat Tradisional pada Usaha Jamu Gendong, dibawakan oleh Kepala LOKA POM, Kota Surakarta, Bagus Heri Purnomo, S.Si, Apt.

Dialanjutkan presentasi Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, BPOM, Dra. Indriaty Tubagus, Apt, M.Kes.

Melihat antusiasme peserta, rupanya juga menular kepada Indriaty Tubagus saat menyajikan materi kepada peserta, dengan penuh semangat.

"Ibu-ibu, materi saya ini, sudah ada di Buku yang dibagikan oleh panitia. Ibu-ibu boleh bukunya dicorat-coret, sehingga memudah nanti saat dibaca di rumah. Silahkan jika ingin menulis, menambahkan penjelasan, buku materi Bimteknya digunakan," ujarnya mengingatkan peserta.

Untuk memudahkan peserta, seluruh materi pembicara, dicetak dalam bentuk Buku berwarna yang diharapkan semakin mudah dipahami oleh para Penjual Jamu Gendong yang mengikuti Bimtek.

Indriaty Tubagus menjelaskan bahwa usaha jamu gendong adalah usaha yang dilakukan oleh perorangan dengan menggunakan bahan obat tradisional dalam bentuk cairan yang dibuat segar dengan tujuan untuk dijajakan langsung kepada konsumen.

Usaha Jamu Gendong tidak memerlukan izin edar. Ini mengacu pada Permenkes 007 Tahun 2012 Tentang Registrasi Obat Tradisional.

Peran penting Jamu Gendong di Indonesia memiliki beberapa aspek. Aspek Ekonomi: Penjual Jamu Gendong merupakan usaha kecil mandiri dengan modal kecil namun jumlahya sangat besar. Data MURI tahun 2012, jumlah wanita penjual Jamu, minimal 50.000 penjual.

Aspek Kesehatan: Berfungsi menjaga kesehatan tubuh agar tetap bugar. Di jual dalam bentuk segar dan tidak menggunakan bahan pengawet.

Aspek Budaya: Jamu menjadi kekayaan Indonesia sejak dulu. Pejual Jamu Gendong berperan penting dalam menjaga warisan buadaya bangsa. Aspek kesetaraan Gender: Penjual Jamu Gendong sebanyak 85% adalah peremuan. Aspek Sosial: dapat membantu menyekolahkan anak.

Program pemerintah terkait Jamu: Jamu Brand Indonesia, Roadmap Pengembangan Jamu 2011-2025, Peyerahan Sertifikat CPOTB Bertahap, Herbal Indonesia Expo, dan Gerakkan Minum Jamu Bersama.

Pada kesempatan ini, Indriaty Tubagus juga mengingatkan, agar penjual Jamu Gendong tidak mencampur Jamu racikannya dengan bahan BKO.

Berikut ini, AGENDA Bimbingan Teknis dan Pendampingan kepada Usaha Jamu Gendong tentang Aspek Higiene Sanitasi dan Dokumentasi

Kegiatan Hari Senin, 11 Maret 2019

  • Pre Test Peserta
  • Materi: Penanganan Bahan Baku untuk Meningkatkan Mutu Jamu oleh Direktur Pengawasan OT dan SK, BPOM, Dra. Indriaty Tubagus, Apt., M.Kes.
  • Materi: Peningkatan Daya Saing Jamu melalui Media Online oleh Drs. Karyanto, MM, Founder Jamu Digital/
  • Materi: Pengawasan Penggunaan Obat Tradisional pada Usaha Jamu Gendong oleh Kepala Loka, Kota Surakarta
  • Materi: Higiene dan Sanitasi oleh Kasubdit Pengawasan Informasi dan Promosi OT dan SK
  • Materi: Dokumentasi oleh Kasie Pengawasan Promosi OT dan SK, BPOM.
  • Post Test Peserta dan Diskusi.

Kegiatan Hari Selasa, 12 Maret 2019

  • Praktek Kerja Lapangan (Pabrik Konimex, Pabrik Borobudur, Pabrik Sido Muncul)
  • Diskusi hasil Praktek Kerja Lapangan
  • Post test

Founder Jamu Digital

Foto: Direktur Pengawasan OT dan SK, BPOM, Dra. Indriaty Tubagus, Apt., M.Kes. dan Founder Jamu Digital, Karyanto saat memaparkan materi Bimtek Jamu Gendong.

Jamu Gendong Era Digital
Setelah paparan Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, BPOM, Dra. Indriaty Tubagus, Apt, M.Kes., materi selanjutnya disampaikan oleh Founder Jamu Digital, Karyanto dengan tema: Peningkatan Daya Saing Jamu melalui Media Online.

Untuk memudahkan peserta memahami materi yang disajikan, Karyanto cukup sering menggunakan istilah Bahasa Jawa.

"Kita ini sudah berada di era digital. Untuk itu, lambat atau cepat, Jamu Gendong juga perlu segera menyesuaikan, terutama dalam aspek penjualannya. Nah, hari ini, saya akan berbagi bagaimana meningkatkan penjualan selain dijajakan berkeliling, maka juga dapat dipasarkan dengan cara online," urai Karyanto.

Apakah peserta yang hadir disini, ada yang sudah menjual Jamu Gendong secara online? "Saya sudah Pak...", jawab tiga penjual Jamu dengan mengangkat tangannya.

"Wow...bagus sekali, sudah ada yang memanfaatkan HP-nya untuk jualan Jamu Gendong," lanjut Karyanto.

Sebelum ibu-ibu memasarkan Jamu Gendongnya secara online, Karyanto menambahkan, ibu-ibu harus sudah memastikan dulu bahwa proses pembuatan jamunya secara higienis, bahan bakunya dipilih yang baik, disajikan secara fresh, tidak ditambah pengawet, dan tidak ditambah BKO.

Sebelum masuk pasar online, Ibu-ibu harus menyiapkan brand Jamu Gendongnya. Brand itu nama dagang produk Jamu Gendong yang ibu-ibu racik. Boleh, misalnya Jamu Gendong Sri. Mungkin, maksudnya Jamu Gendong itu yang meracik atau yang menjual mba Sri. Tapi nama Sri di Sukoharjo kan banyak.

"Di ruangan ini saja, ada dua nama Sri. Ya sudah, nama jamu Gendongnya diberi Nama Sri Gemuk dan Sri Langsing," ujar Karyanto yang disambut gelak tawa peserta.

Memberi nama, boleh sekali yang unik- agar mudah diingat pembeli, saran Karyanto. "Tapi ya jangan nama-nama yang menakutkan, misalnya Jamu Gendong Pocong," hadirin kembali ketawa.

Setelah membuat nama, mulai dirancang label kemasannya, untuk ditempelkan di botol plastik yang dibolehkan untuk mengemas minuman yang banyak dijual di berbagai tempat. Pastikan, Jamu Gendongnya dibuat fresh, sehingga saat diminum oleh pembeli juga dalam kondisi fresh.

Label kemasan juga harus menarik, sekarang ini sudah banyak tersedia software tidak berbayar, yang dapat dijadikan piranti untuk mendisain label atau flyer untuk promosi Jamu Gendong.

Banyak juga media online yang dapat dijadikan sarana berjualan online, yiatu di: marketplace, media sosial, website, bahkan menggunakan HP, Karyanto menjelaskan.

Video Balada Bertemu Presiden Indonesia
Nah, sebagai oleh-oleh untuk ibu-ibu Pejuang Jamu Gendong- yang hadir di sini, sebelum berangkat ke Sukoharjo ini, Founder Jamu Digital, Karyanto membuat Vlog tentang Penjual Jamu Gendong yang ’Bertemu’ Presiden di Indonesia. "Baru mimpi ya..Ibu-Ibu. Semoga ibu-ibu, semakin semangat menjadi Pejuang Jamu Gendong, melestarikan budaya bangsa Indonesia," kata Karyanto.

Untuk melihat video diatas, silakan klik link berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=R6g4rc_mb5s

Selama menonton video tersebut di atas, para Penjual Jamu Gendong yang ikut Bimtek BPOM, terbahak-bahak. Keseruan menyertai Bimtek BPOM hari pertama ini.

Semoga, Bimtek BPOM untuk Para Penjual Jamu Gendong ini, dapat diteruskan ke berbagai kota lainnya, sehingga potensi Jamu Gendong yang memiliki banyak dimensi ini dapat menjadi kekuatan kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait