Agresifitas Irwan Hidayat Menerobos Pasar Global, dan Strategi Marketing 4.0
Tanggal Posting : Jumat, 5 Oktober 2018 | 08:34
Liputan : Artikel: Karyanto, Founder JamuDigital.Com. - Dibaca : 24 Kali
Agresifitas Irwan Hidayat Menerobos Pasar Global, dan Strategi Marketing 4.0
Bersama Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat di pabrik Jamu Sido Muncul, Semarang, Februari 2017

HerbaIndonesia.Com Produk herbal Indonesia ke pasar dunia terus merangsek ke banyak negara. Transformasi model marketing, ikut mendorong lajunya. Sejauh manakah produk jamu Indonesia akan mengalir? Apa pengaruh dari model Marketing 4.0?

Sudah lama dan sudah banyak perusahaan nasional yang membidik gurihnya pasar ekspor. Ini tentu hal yang baik. Agresifitas melakukan penetrasi pasar global, dapat dipastikan, tidaklah mudah. Salah satu produsen Jamu yang intensif dan konsisten menerobos pasar global adalah PT Sido Muncul.

Bagaimana strategi industri Jamu yang pabriknya di Semarang itu membangun pemasaran global?

Minggu pagi, 23 September 2018, pukul 09.16 WIB saya agak terkejut mendapat telepon dari Direktur PT Sido Muncul, Pak Irwan Hidayat. "Ya ..Kar, bagaimana...?". "Selamat Pak Irwan, produk Sido Muncul semakin mendunia. Kemarin ekpsor perdana ke Filipina. "Ya, terima kasih," jawab Pak Irwan singkat.

Kami sejenak berbicara beberapa hal, khususnya topik bagaimana menyiapkan strategi ke depan, agar Jamu Indonesia, brandnya dapat semakin bergaung untuk merebut potensi pasar jamu ke global. Kemudian kami berdua sepakat, akan bertemu untuk mendiskusikan strategi pemasaran era digital ke manca negara.

"Baik Pak Irwan, sampai ketemu nanti. Saya ikut bangga Sido Muncul produknya semakin berkibar di banyak negara," demikian saya mengakhiri pembicaraan via telepon.

Sepenggal kisah ini, mengawali tulisan saya hari ini, tentang era Marketing 4.0.

Kita ketahui bersama, PT Sido Muncul baru saja mengekspor produk Tolak Angin cair ke Filipina. Seremonialnya dilakukan di pabrik Sido Muncul, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah pada Kamis, 20 Septeber 2018. Tampak hadir Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito.

Strategi branding Sido Muncul masuk pasar Filipina dengan membuat iklan televisi nasional di Filipina. Brand ambassador Tolak Angin- bintang iklan artis- anak Presiden Filipina ke-11, Corazon Aquino yaitu Kris Aquino.

Sejatinya, jejak perjalanan Sido Muncul ekspor ke berbagai negara, cukup panjang. Kita mungkin masih ingat bunyi iklan, "Tolak Angin ada di mana-mana." Dulu bunyi iklan ini sering tampil di layar stasiun TV swasta. Ada di Hong Kong, Australia, Belanda, bahkan Amerika Serikat.

Tolak Angin sudah hadir di banyak benua, seperti di Asia, Eropa, dan Amerika. Terlebih di kawasan ASEAN dan Timur Tengah. Kemudian di Taiwan, Amerika, dan Australia.

Marketing 4.0 Produk Jamu Indonesia

Di era digital saat ini, konsep pemasaran sudah bertransformasi di era Marketing 4.0. Sebuah transisi dari era tradisional-konvensional menjadi era digital. Adalah Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan yang mengusung konsep Marketing 4.0 lewat buku berjudul "Marketing 4.0, Moving from Traditional to Digital" (Wiley, 2017).

Mata rantai, transformasi konsep pemasaran utama, adalah sebagai berikut: dari product-driven marketing (era Marketing 1.0) bergerak ke customer-centric marketing (era Marketing 2.0), bergeser menjadi human-centric marketing (era Marketing 3.0).

Era Marketing 4.0 mengkombinasikan interaksi online dan interaksi offline, antara korporasi dan pelanggan. Ini terwujud karena dukungan teknologi era digital-yang serba online. Era Markering 4.0 juga ditandai Hyper-personalization. Yaitu, teknik pemasaran yang menyasar target sangat tajam, bahkan dipersonalisasikan secara khusus.

Di era Marketing 4.0 ini, maka pengembangan produk Jamu harus berinovasi untuk memenuhi karakter konsumen era digital. Terlebih lagi untuk produk-produk yang digadang-gadang untuk ekspor.

Untuk menjalankan taktik pendekatan hyper personalization, yang sangat personal touch ini, beberapa ‘resep’ ini dapat menjadi acuan, yaitu: Relevance (promosi secara personal dan konten yang relevan), Remember (ingat betul apa yang dibeli pelanggan), Recognize (kenali pelanggan dengan detil), Recommend (rekomendasikan pelanggan untuk memilih).

Marketing 4.0 adalah era pemasaran generasi milenial. Kini navigasi dunia semakin terhubung secara online, sehingga mengubah peta konsumen, yang menuntut serba efisien, cepat, berkualitas, dan harga yang kompetitif.

Semoga menjadi inspirasi para pebisnis Jamu untuk memasuki pasar milenial, era Marketing 4.0. Salam, Jamu Indonesia Mendunia.

*Karyanto, Founder JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait