241 Produk Sido Muncul Memperoleh Sertifikat Halal MUI
Tanggal Posting : Sabtu, 9 Maret 2019 | 23:47
Liputan : Redaksi - Dibaca : 47 Kali
241 Produk Sido Muncul Memperoleh Sertifikat Halal MUI
Sido Muncul resmi mendapatkan sertifikat halal dari MUI untuk 241 produknya. Foto: www.detik.com

HerbaIndonesia.Com. Setelah menempuh proses sekitar delapan bulan, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk secara resmi mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Sertifikat ini diberikan untuk 241 produk Sido Muncul yang terbagi dalam tiga jenis produk, yakni jamu, suplemen dan bahan suplemen, serta minuman dan bahan minuman.

Meski baru diresmikan sekarang, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyatakan bahwa semua produk perusahaannya memang halal dari sebelum sertifikat tersebut dikeluarkan. 

Menurutnya, MUI tidak mengharuskan surat keterangan halal untuk produk berbahan dasar tumbuhan.

"Perlu saya jelaskan bahwa yang sebelumnya juga halal, hanya lisensinya ini baru dapat. Kenapa baru melakukan sekarang? Karena dulu pengertiannya itu kalau produk-produk bahan baku jamu itu karena tumbuh-tumbuhan dan dari MUI dinyatakan tidak perlu surat keterangan halal," ujar Irwan saat ditemui di Kantor Sido Muncul, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Keputusan untuk mendaftarkan setiap produk ke MUI pun didasari rasa tanggung jawab agar tidak ada bahan yang tidak halal dalam kandungan setiap produknya. 

Dengan begitu, ia pun mengaku merasa lega karena produk-produknya lebih meyakinkan.

"Pada akhirnya, kami memutuskan itu suatu keharusan bahwa produk yang ada di negeri ini harus memenuhi syarat untuk melindungi mereka yang beragama Islam supaya tidak melanggar. Ini juga saya lakukan untuk meyakinkan diri saya sendiri. Sebab, kalau ada apa-apa itu tanggung jawabnya besar sekali," sambungnya.

Sertifikat MUI tersebut dikeluarkan sejak beberapa hari lalu, tepatnya pada 6 Maret 2019. Proses yang diperlukan pun memakan waktu sekitar delapan bulan setelah melalui beberapa tahapan.

"Prosesnya itu sepuluh bulan, sebetulnya delapan bulan. Dua bulan itu di pabrik kami melakukan training karyawan dari MUI. Setelah di-training, delapan bulan ada audit. Jadi sampai keluar ini kira-kira sekitar sepuluh bulan. Kalau tidak pakai training kira-kira delapan bulan," jelas Irwan.

Ia juga menyatakan bahwa sebetulnya Sido Muncul mendaftarkan sertifikat halal untuk 270 produk, tapi yang baru dikeluarkan baru sertifikat untuk 241 produk.

"Sisanya bukan karena tidak memenuhi syarat, tapi karena sumber bahannya dari supplier itu sertifikat halal dari MUI-nya expired sehingga mesti diulang, dikembalikan. Tapi semua produk kami dites DNA," tegas Irwan.

Agar lebih meyakinkan, setiap produk yang dihasilkan pun diproses melalui tes DNA dalam uji laboratoriumnya. Tes DNA ini menggunakan alat canggih, yakni Polymerase Chain Reaction (PCR).

Alat ini biasa digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya kandungan gen untuk identifikasi patogen dari sedikit sampel DNA tertentu yang diujikan.

"Saya berpikir untuk melengkapi surat keputusan dari MUI ini dengan PCR untuk tes DNA. Jadi semua produk kami dari Tolak Angin, Tolak Linu, Kuku Bima, hingga kopi, kami lakukan. Terakhir adalah tes pestisida, pupuk. Kemudian yang mandatory itu tes logam berat, cemaran mikroba, dan aflatoksin. Kami lengkapi dengan PCR untuk tes DNA supaya setiap batch itu meyakinkan," beber Irwan.

Tak hanya itu, Sido Muncul juga menyimpan 12 sampel dari setiap produk selama tiga tahun di ruangan khusus dalam pabrik Sido Muncul. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap produk bisa dipastikan kehalalannya.

Setelah mendapat sertifikat halal, Irwan berencana untuk mengganti kemasan produk dengan mencantumkan label halal.

"Mengenai kemasan itu sebetulnya tidak harus, tapi kami akan pasang logo halal. Tapi menunggu yang sebelumnya habis, baru kami pasang. Kemudian kami juga mesti cari ide untuk menaruh logonya," pungkas Irwan. (Sumber: https://news.detik.com/adv-nhl-detikcom/d-4459468/241-produk-sido-muncul-resmi-dapat-sertifikat-halal-dari-mui) Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait