10 Negara ASEAN Perkuat Pasar dan Kemampuan Impor Ekspor
Tanggal Posting : Rabu, 15 Mei 2019 | 08:05
Liputan : Redaksi - Dibaca : 72 Kali
10 Negara ASEAN Perkuat Pasar dan Kemampuan Impor Ekspor
Pimpinan Delegasi Indonesia, Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM, Drs. Tepy Usia, Apt., M.Phil., Ph.D. saat berbicara pada TMHS PWG Meeting di Laos.

HerbaIndonesia.Com. Sebanyak 10 negara ASEAN menghadiri acara The 31th ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality (ACCSQ) on Traditional Medicines and Health Supplements Product Working Group (TMHS PWG) Meeting and Its Related Events yang telah diselenggarakan di Vientiane, Lao PDR pada tanggal 29 April-3 Mei 2019.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Drs. Tepy Usia, Apt., M.Phil., Ph.D.

Pertemuan ini selain bertujuan untuk menyamakan pemahaman tentang standar mutu, keamanan dan kemanfaatan obat tradisional dan suplemen kesehatan, juga sebagai upaya memperkuat pasar masing-masing Negara ASEAN agar bisa menjadi eksportir dan importir yang baik di tingkat regional.

Standar mutu yang harus dipahami salah satunya adalah mengenai uji stabilitas obat tradisional dan suplemen kesehatan yang telah disusun dalam Pedoman/Guideline yaitu ASEAN Guidelines on Stability Study and Shelf-Life of Traditional Medicines and Health Supplements.

Indonesia dan ASEAN Alliance of Health Supplements Association (AAHSA) dalam rapat TMHSPWG telah ditunjuk sebagai lead terkait penyusunan Guideline Stability tersebut beserta pelatihannya.

Tujuan diadakannya pelatihan adalah untuk meningkatkan kapasitas industri dan regulator seluruh negara ASEAN dalam penerapan uji stabilitas dibidang obat tradisional dan suplemen kesehatan. Program pelatihan akan mengacu pada Pedoman/Guideline ASEAN tentang Stability tersebut.

Sampai saat ini telah dilakukan 2 (dua) kali pelatihan Stability di Indonesia yaitu tahun 2016 dan tahun 2017, namun demikian tahun 2019 ini Indonesia, dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan masih diminta untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut kembali.

Untuk tahun ini, Proposal pelatihan dengan pendanaan dari US IGNITE telah diusulkan oleh Indonesia dan disetujui oleh ASEAN Member States. Pelaksanaan pelatihan direncanakan tahun 2019, menunggu hasil pertemuan antara ASEAN Sekretariat (ASEC), Indonesia dan US IGNITE yang akan dilaksanakan setelah meeting di Laos tersebut, demikian penjelasan lebih lanjut dari Drs. Tepy Usia, Apt., M.Phil., Ph.D.

Delegasi dan observer Indonesia yang dipimpin oleh Drs. Tepy Usia, Apt, M.Phill, Ph.D (Direktur Standarisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM), adalah sebagai berikut:

1. Drs. Tepy Usia, Apt, M.Phill, Ph.D (BPOM- Head of Delegate/ Chair of TFRF), 2. Prof. Dr. Suwijiyo Pramono, DEA (BPOM-Chair of ATSC), 3. Dra. Isnaeni, Apt, M.Epid (BPOM- Delegate), 4. Drh. Rachmi Setyorini, MKM (BPOM-Delegate), Drs. Better Ridder, Apt (BPOM- Delegate), 6. Wiwin Herwiyati, STP, M.Foodst (BPOM-Delegate), 7. Anggi Ramdhani Nugraha (PT Darya Varia Laboratoria- Observer), 8. Siani Kumaladewi (PT Konimex-Observer), 9. Fransiska Vera Adhitama (PT Konimex-Observer), 10. Ridho Nugroho Zendrato (PT Konimex- Observer), 11. Daud Abadi ( PT Konimex- Observer), 12. Shelly Taurhesia (PT Amindoway Jaya - Observer), 13. Dr. Inggrid Tania, M.Si. (Vice Chairman of Jamu Scientification Division- Observer), 14. Sri Lenni, S.Si, Apt (PT Sinde Budi Sentosa -Observer). Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait